
Pantau - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menilai swasembada pangan berperan penting dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan produksi pertanian, pendapatan petani, dan pertumbuhan ekonomi perdesaan.
Budiman mengatakan keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup diukur berdasarkan peningkatan produksi pangan, tetapi juga harus terlihat dari perbaikan kesejahteraan masyarakat yang bekerja di sektor tersebut.
Ia juga mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mempercepat pencapaian target swasembada beras nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
Swasembada Pangan Dinilai Mampu Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Budiman menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, terutama di wilayah perdesaan.
Menurutnya, peningkatan produksi pangan harus berjalan seiring dengan perbaikan nilai tukar petani agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung.
“Keberhasilan sektor pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kesejahteraan petaninya. Ketika produksi meningkat dan nilai tukar petani membaik, ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan pertanian memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Budiman saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Ia menilai swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan negara memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat melalui produksi dalam negeri.
Peningkatan kegiatan pertanian juga dinilai dapat menggerakkan perekonomian perdesaan dan mendukung upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.
Budiman Apresiasi Target Swasembada Beras yang Disebut Tercapai Lebih Cepat
Dalam momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Budiman memberikan apresiasi terhadap kinerja Kementerian Pertanian.
Ia menyebut target swasembada beras yang semula ditetapkan Presiden Prabowo untuk dicapai dalam empat tahun berhasil direalisasikan dalam satu tahun.
“Kita tahu target Pak Presiden untuk swasembada adalah empat tahun. Namun, Kementerian Pertanian di bawah Pak Amran berhasil mencapainya dalam waktu satu tahun. Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi,” ujar Budiman.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa percepatan pembangunan pertanian dapat dilakukan melalui pelaksanaan kebijakan yang konsisten.
Budiman juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi dalam negeri dan pelaksanaan arahan pemerintah untuk mendukung kemandirian pangan nasional.
Ketahanan Pangan Penting di Tengah Ancaman El Nino dan Perubahan Iklim
Budiman menilai swasembada beras memiliki arti strategis karena Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi pasokan pangan.
Tantangan tersebut mencakup perubahan iklim, fenomena El Nino, serta ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok pangan global.
Menurutnya, kemampuan meningkatkan produksi pangan dalam negeri menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sektor pertanian perlu memberikan dampak ekonomi kepada petani dan masyarakat perdesaan.
Pembangunan Pertanian Diharapkan Mendukung Pengentasan Kemiskinan
Budiman mengaitkan keberhasilan swasembada pangan dengan agenda pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai pertumbuhan produksi pertanian dan membaiknya nilai tukar petani merupakan indikator penting untuk melihat manfaat ekonomi pembangunan sektor pangan.
Melalui peningkatan pendapatan petani dan aktivitas ekonomi perdesaan, swasembada pangan diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pengentasan kemiskinan.
Budiman menegaskan bahwa manfaat pembangunan pertanian perlu tercermin tidak hanya pada ketersediaan pangan nasional, tetapi juga pada kondisi ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




