HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkot Surabaya Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Natal dan Tahun Baru, Beras SPHP Dijual Rp58 Ribu per Lima Kilogram

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Surabaya Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Natal dan Tahun Baru, Beras SPHP Dijual Rp58 Ribu per Lima Kilogram
Foto: (Sumber :Warga membeli bahan pokok dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) di Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini digelar untuk menekan inflasi serta menjaga stabilitas harga pangan jelang akhir tahun. (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya).)

Pantau - Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Wonokromo, Rabu (21/10/2026), untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan daya beli masyarakat menjelang Natal 2026 serta Tahun Baru 2027.

Kegiatan yang berlangsung di Balai RW 3 Karangrejo Sawah III tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, mulai dari beras, minyak goreng, telur ayam, gula, hingga bumbu dapur.

Dalam kegiatan itu, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan lima kilogram dijual seharga Rp58.000, sedangkan minyak goreng Minyakita dipasarkan Rp15.500 per liter.

Pemerintah Kota Surabaya juga menggandeng Perum Bulog, badan usaha milik daerah, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung penyediaan bahan pangan.

Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menekan tekanan inflasi dan menjaga keterjangkauan harga kebutuhan sehari-hari menjelang akhir tahun.

Gerakan Pangan Murah Surabaya Sediakan Beras hingga Minyak Goreng

DKPP Kota Surabaya menyelenggarakan GPM di kawasan Wonokromo sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan.

Kegiatan tersebut menyediakan sejumlah komoditas yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga, termasuk beras SPHP, beras premium, Minyakita, telur ayam, dan gula.

Selain bahan pangan pokok, warga juga dapat membeli bawang merah, bawang putih, serta berbagai jenis cabai.

Penyelenggaraan GPM melibatkan sejumlah pihak untuk mendukung ketersediaan barang dan distribusi kepada masyarakat.

Perum Bulog turut berpartisipasi dalam penyediaan bahan pangan, bersama badan usaha milik daerah dan pelaku UMKM setempat.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Daftar Harga Bahan Pokok di Gerakan Pangan Murah Wonokromo

Sejumlah bahan pangan dijual dengan harga yang telah ditetapkan dalam kegiatan GPM pada Rabu (21/10/2026).

Berikut daftar harga komoditas yang tersedia dalam kegiatan tersebut.

  • Beras SPHP: Rp58.000 per kemasan 5 kilogram.
  • Beras premium: Rp74.500 per kemasan 5 kilogram.
  • Minyakita: Rp15.500 per liter.
  • Telur ayam ras: Rp23.000 per kilogram.
  • Bawang merah: Rp5.000 per bungkus.
  • Bawang putih: Rp5.000 per bungkus.
  • Cabai: Rp5.000 per bungkus untuk sejumlah jenis cabai.

Harga tersebut menjadi salah satu daya tarik GPM bagi masyarakat yang membutuhkan bahan pokok untuk konsumsi sehari-hari.

Penyediaan komoditas dalam berbagai ukuran kemasan juga memberikan pilihan pembelian sesuai kebutuhan rumah tangga.

Pemkot Surabaya Berupaya Jaga Daya Beli Menjelang Akhir Tahun

Menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun, kebutuhan rumah tangga terhadap bahan pangan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.

Komoditas seperti beras, minyak goreng, telur, dan cabai merupakan kebutuhan yang pengeluaran pembeliannya dapat memengaruhi anggaran keluarga.

Bagi rumah tangga berpenghasilan terbatas, perubahan harga bahan pokok dapat berdampak pada kemampuan memenuhi kebutuhan lainnya.

Melalui GPM, pemerintah berupaya memberikan akses pembelian pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan membantu pengendalian inflasi.

Ketersediaan dan Keterjangkauan Pangan Jadi Perhatian

Upaya menjaga ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk membeli bahan kebutuhan pokok.

Pasokan yang tersedia perlu didukung sistem distribusi dan harga yang dapat dijangkau berbagai kelompok masyarakat.

Karena itu, pelaksanaan GPM menjadi salah satu langkah untuk menghubungkan ketersediaan bahan pangan dengan kebutuhan langsung warga.

Kegiatan di Wonokromo memperlihatkan bentuk kerja sama antara pemerintah daerah, penyedia pangan, dan pelaku usaha dalam menyalurkan kebutuhan pokok kepada masyarakat.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Surabaya diharapkan dapat membantu menjaga daya beli warga menghadapi periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026