
Pantau - Perum BULOG mempercepat distribusi sekitar 33.000 ton jagung pakan dari Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menuju Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan peternak mikro sekaligus menjaga stabilitas pasokan bahan baku pakan ternak.
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, meninjau langsung proses pemuatan 10.000 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/10/2026).
Pengiriman jagung tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi peternak mikro yang sebelumnya disampaikan kepada Komisi IV DPR RI terkait kebutuhan pasokan bahan baku pakan ternak.
Sebanyak 10.000 ton jagung dari Makassar akan dikirim melalui jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, sebelum didistribusikan kepada peternak mikro di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
BULOG Targetkan Pengiriman 10.000 Ton Jagung dari Makassar Rampung Jumat Pagi
Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Rizal didampingi Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) beserta jajaran BULOG Kanwil Sulselbar untuk memastikan kesiapan armada kapal dan kelancaran proses pemuatan.
"Peninjauan ini untuk memastikan bahwa pergeseran jagung SPHP bagi kebutuhan pakan ternak, khususnya peternak mikro di Pulau Jawa, benar-benar berjalan dan dapat dikirim secepatnya. Ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi para peternak yang disampaikan di DPR RI dan langsung kami respons dengan mempercepat pengiriman jagung dari daerah-daerah sentra produksi," ujar Ahmad Rizal di sela peninjauan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan langsung di atas kapal, sebanyak 8.214 ton jagung telah berhasil dimuat dari total kapasitas pengangkutan sebesar 10.000 ton.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 1.786 ton jagung yang harus dimuat untuk memenuhi kapasitas pengiriman yang telah direncanakan.
BULOG menargetkan seluruh proses pemuatan selesai pada Kamis (22/10) malam sehingga kapal dapat diberangkatkan paling lambat Jumat (23/10) pagi.
Perjalanan laut dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hari.
Setelah tiba di Surabaya, jagung SPHP akan disalurkan kepada peternak mikro di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Harapan saya maksimal tiga hari jagung ini sudah sampai di Tanjung Perak dan siap disalurkan kepada seluruh peternak mikro di Pulau Jawa. Kami ingin memastikan distribusinya berjalan cepat agar kebutuhan peternak dapat segera terpenuhi. Pemerintah selalu hadir dan merespons dengan cepat kebutuhan masyarakat, termasuk para peternak mikro," tegas Ahmad Rizal.
BULOG Mobilisasi 33.000 Ton Jagung dari Tiga Daerah Sentra Produksi
Selain pengiriman 10.000 ton jagung dari Sulawesi Selatan, BULOG juga tengah mempersiapkan pengiriman sekitar 15.000 ton jagung dari Gorontalo untuk memperkuat pasokan bahan baku pakan di Pulau Jawa.
BULOG turut mempercepat mobilisasi sekitar 8.000 ton jagung dari Nusa Tenggara Barat melalui jalur laut dan darat, termasuk memanfaatkan penyeberangan melalui Bali menuju Jawa Timur.
Dengan demikian, total jagung yang dimobilisasi dari ketiga wilayah sentra produksi tersebut mencapai sekitar 33.000 ton.
Percepatan distribusi ini dilakukan untuk membantu peternak mikro menghadapi peningkatan kebutuhan bahan baku pakan, khususnya jagung yang menjadi salah satu komponen utama dalam usaha peternakan ayam.
Ahmad Rizal menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan jagung pakan berkaitan dengan tingginya permintaan telur dan daging ayam di masyarakat.
Permintaan tersebut juga dipengaruhi kebutuhan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi ini mendorong peningkatan kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan sehingga peternak mikro memerlukan dukungan pasokan untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Pemerintah Tetapkan Harga Jagung SPHP Maksimal Rp5.500 per Kilogram
Untuk menjawab kebutuhan peternak, pemerintah telah menetapkan tambahan penugasan program SPHP jagung tahap kedua sebanyak 150.000 ton.
Penugasan tersebut menjadi dasar bagi BULOG untuk mengoptimalkan distribusi jagung dari wilayah sentra produksi menuju daerah dengan kebutuhan bahan baku pakan yang tinggi.
Melalui program SPHP, pemerintah menetapkan harga jagung pakan sebesar Rp5.000 per kilogram di gudang BULOG.
Sementara itu, harga jagung SPHP yang diterima peternak ditetapkan maksimal Rp5.500 per kilogram melalui mekanisme penyaluran yang berlaku.
Program tersebut secara khusus ditujukan kepada peternak mikro yang tergabung dalam koperasi atau kelompok peternak serta memenuhi persyaratan sebagai penerima manfaat.
Penyaluran melalui koperasi dan kelompok peternak dilakukan untuk memastikan jagung dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah dapat diterima kelompok sasaran sesuai ketentuan.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berupaya menjaga keterjangkauan biaya produksi sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
BULOG Pastikan Stok Jagung Sulawesi Selatan Tetap Terjaga
Di tengah percepatan pengiriman jagung ke Pulau Jawa, BULOG memastikan kebutuhan pasokan di wilayah sentra produksi tetap menjadi perhatian.
Ahmad Rizal menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterima saat peninjauan, stok jagung di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 18.000 ton.
Wilayah tersebut juga memiliki potensi tambahan pasokan dari kegiatan panen berikutnya yang diperkirakan berlangsung pada November 2026.
Dengan mempertimbangkan ketersediaan stok dan potensi panen mendatang, BULOG berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pengiriman ke Pulau Jawa dan pemenuhan pasokan di Sulawesi Selatan.
BULOG menegaskan bahwa penguatan pasokan jagung bagi peternak mikro di Pulau Jawa harus tetap dilakukan tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di daerah produsen.
Untuk memastikan kelancaran distribusi, BULOG akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, pelaku logistik, serta koperasi peternak.
Pengawalan langsung oleh Direktur Utama BULOG terhadap proses pemuatan kapal di Makassar juga dilakukan untuk memastikan pengiriman jagung berlangsung sesuai jadwal.
Melalui percepatan mobilisasi 33.000 ton jagung dari Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan NTB, BULOG berharap kebutuhan pakan peternak mikro di Pulau Jawa dapat segera terpenuhi.
Langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat serta mendukung stabilitas pasokan telur dan daging ayam bagi masyarakat Indonesia.
- Penulis :
- Leon Weldrick




