
Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur mendorong pemanfaatan 559 karya ilmiah yang dihimpun melalui The 13th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2026 sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur Ibrahim menegaskan bahwa kebijakan pembangunan harus didukung kajian ilmiah yang objektif dan terukur agar mampu menjawab persoalan ekonomi sekaligus mengoptimalkan potensi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ibrahim dalam EJAVEC Forum 2026 di Surabaya, Jumat (23/10/2026).
"Pemahaman terhadap kondisi dan permasalahan ekonomi di lapangan merupakan modal penting dalam perumusan kebijakan namun tetap harus dilengkapi riset yang kuat," kata Ibrahim.
BI Jatim Tekankan Pentingnya Riset dalam Penyusunan Kebijakan
Ibrahim mengatakan pemerintah saat ini berfokus pada penguatan produktivitas, peningkatan daya saing, dan pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah daerah dinilai perlu menggabungkan pemahaman terhadap kondisi ekonomi terkini dengan hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pendekatan berbasis riset diperlukan agar kebijakan tidak hanya merespons persoalan jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan tantangan dan peluang pembangunan.
"Pemahaman perlu dilengkapi riset dan analisis ilmiah yang kuat, agar rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya relevan, tetapi juga objektif, terukur dan dapat diimplementasikan," ujarnya.
Menurut Ibrahim, penggunaan hasil penelitian juga membutuhkan kerja sama antara pemerintah, akademisi, lembaga riset, dan dunia usaha.
EJAVEC Forum 2026 Himpun 559 Karya Ilmiah
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BI Jawa Timur bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya.
Kolaborasi itu menghasilkan penghimpunan 559 karya ilmiah sepanjang 2026 melalui EJAVEC Forum.
Ratusan penelitian tersebut membahas enam isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan perekonomian Jawa Timur.
Isu pertama mencakup peningkatan daya saing industri dan penguatan hilirisasi.
Penelitian lainnya membahas ketahanan pangan, stabilitas harga, perdagangan, serta konektivitas regional.
Bidang pariwisata, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta inklusi keuangan juga menjadi perhatian dalam forum tersebut.
Selain itu, para peneliti mengkaji kesiapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan sosial.
Hasil Penelitian Didorong Menjadi Rekomendasi Pemerintah Daerah
Ibrahim menegaskan bahwa karya ilmiah yang dihimpun melalui EJAVEC Forum diharapkan tidak berhenti sebagai publikasi akademis.
BI Jawa Timur ingin hasil penelitian tersebut menjadi bahan rekomendasi yang dapat digunakan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
Rekomendasi berbasis riset diharapkan membantu pemerintah menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan perekonomian Jawa Timur.
Melalui pemanfaatan penelitian, BI Jawa Timur juga mendorong peningkatan daya saing serta perluasan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Hasil kajian tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




