HOME  ⁄  Ekonomi

Musim Mas Pangkas Emisi Karbon 11 Persen dan Latih 48.500 Petani Sawit untuk Perkuat Daya Saing Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Musim Mas Pangkas Emisi Karbon 11 Persen dan Latih 48.500 Petani Sawit untuk Perkuat Daya Saing Global
Foto: (Sumber :Ilustrasi petani memanen tandan buah segar kelapa sawit di kawasan Desa Suak Raya, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh. (ANTARA/Syifa Yulinas).)

Pantau - Musim Mas Group mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 11 persen pada 2025 dan telah memberikan pelatihan pertanian berkelanjutan kepada lebih dari 48.500 petani swadaya di enam provinsi sebagai bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya tuntutan pasar internasional terhadap produk sawit yang memenuhi standar lingkungan, keberlanjutan, dan ketertelusuran rantai pasok.

Melalui Kebijakan Keberlanjutan 2026–2030, Musim Mas memfokuskan kegiatan pada produksi berkelanjutan, pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab, pemberdayaan petani, serta pengelolaan lanskap.

Program tersebut diharapkan dapat mendukung daya saing industri kelapa sawit nasional sekaligus memperluas akses produk Indonesia ke pasar global.

Musim Mas Catat Penurunan Emisi Karbon Sebesar 11 Persen

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, Musim Mas mencatat penurunan total emisi gas rumah kaca dari 40,40 juta ton setara karbon dioksida (CO₂e) pada 2024 menjadi 35,94 juta ton pada 2025.

Penurunan tersebut mencapai sekitar 11 persen atau setara 4,46 juta ton CO₂e dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian itu menjadi bagian dari upaya perusahaan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan industri kelapa sawit.

Musim Mas juga telah memperoleh validasi dari Science Based Targets initiative (SBTi) terhadap target emisi nol bersih pada 2050.

Validasi tersebut berkaitan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi menuju kegiatan industri yang menghasilkan emisi karbon lebih rendah.

Pengurangan emisi menjadi salah satu fokus utama Kebijakan Keberlanjutan 2026–2030 yang diterapkan perusahaan.

Lebih dari 48.500 Petani Sawit Ikuti Pelatihan Berkelanjutan

Selain pengurangan emisi, Musim Mas memperkuat program pemberdayaan petani swadaya untuk meningkatkan produktivitas dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan.

Perusahaan mencatat lebih dari 48.500 petani swadaya di enam provinsi telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan melalui program pendampingan.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam menjalankan kegiatan perkebunan sesuai standar keberlanjutan.

Sepanjang 2025, sebanyak 4.644 petani swadaya yang mendapatkan pendampingan berhasil memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Sementara itu, sebanyak 3.294 petani swadaya memperoleh sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan terhadap standar produksi sawit berkelanjutan.

Pendampingan petani juga diharapkan dapat memperkuat keterlibatan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok industri kelapa sawit nasional.

Musim Mas Terapkan Kebijakan Antideforestasi Sejak 2015

Musim Mas telah menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) sejak 2015.

Kebijakan tersebut mencakup komitmen untuk tidak melakukan deforestasi, tidak mengembangkan kegiatan perkebunan di lahan gambut, serta mencegah eksploitasi dalam rantai pasok.

Penerapan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memenuhi tuntutan keberlanjutan di pasar internasional.

Musim Mas juga telah mencapai sertifikasi RSPO untuk seluruh perkebunan dan pabrik terintegrasi yang memenuhi kriteria pada 2012.

Pada 2023, sebanyak 17 anak perusahaan Musim Mas di sektor hulu telah memperoleh sertifikasi ISPO.

Pencapaian sertifikasi tersebut menunjukkan upaya perusahaan menerapkan standar keberlanjutan pada kegiatan produksi dan pengolahan kelapa sawit.

Keberlanjutan Sawit Diharapkan Perluas Akses Pasar Ekspor

Penerapan standar keberlanjutan menjadi salah satu faktor penting bagi industri kelapa sawit Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

Pasar internasional semakin memperhatikan aspek lingkungan, ketertelusuran bahan baku, serta praktik produksi yang bertanggung jawab.

Karena itu, pengurangan emisi dan pemberdayaan petani menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan daya saing produk sawit nasional.

Penguatan kemampuan petani swadaya juga diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus memenuhi persyaratan pasar.

Melalui Kebijakan Keberlanjutan 2026–2030, Musim Mas berupaya mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat ke dalam kegiatan industrinya.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan industri kelapa sawit Indonesia, memperluas peluang ekspor, dan menjaga kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian masyarakat di daerah penghasil sawit.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026