
Pantau - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou mencatat transaksi bisnis senilai 90 juta dolar AS atau sekitar Rp1,62 triliun dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Transaksi tersebut berasal dari lima kesepakatan kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan pelaku usaha dari China selatan.
Kesepakatan yang ditandatangani mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain kosmetik, energi, kawasan industri, dan teknologi informasi.
Selain transaksi tersebut, KJRI Guangzhou juga mencatat potensi perdagangan biji kopi luwak senilai lebih dari 74.000 dolar AS atau sekitar Rp1,34 miliar.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China melalui penyelenggaraan TEI 2026.
Lima Kesepakatan Bisnis Indonesia-China Ditandatangani
KJRI Guangzhou memfasilitasi kerja sama perdagangan dan investasi yang melibatkan pelaku usaha Indonesia dan China selatan selama penyelenggaraan TEI ke-41.
Lima kesepakatan yang ditandatangani memiliki nilai transaksi keseluruhan mencapai 90 juta dolar AS.
Dengan kurs Rp18.047 per dolar AS sebagaimana tercantum dalam laporan, nilai tersebut setara sekitar Rp1,62 triliun.
Kerja sama tersebut mencakup sektor kosmetik, energi, kawasan industri, teknologi informasi, serta bidang usaha lainnya.
Di luar kesepakatan yang telah ditandatangani, peluang perdagangan kopi luwak juga tercatat dengan potensi nilai lebih dari 74.000 dolar AS.
Dubes Djauhari Optimistis Perdagangan Indonesia-China Tembus 200 Miliar Dolar AS
Duta Besar Republik Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun menyampaikan optimisme terhadap perkembangan hubungan ekonomi kedua negara.
Dalam forum bisnis Indonesia-China bertajuk New Opportunities, Stronger Connections, and Deepening Partnership, Djauhari menyoroti pentingnya kemitraan ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ia menilai hubungan Indonesia dan China menjadi contoh diplomasi yang dapat menghasilkan manfaat nyata melalui kegiatan perdagangan dan investasi.
Djauhari juga menekankan peran strategis pelaku usaha China dalam memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.
"Kami meyakini kerja sama perdagangan Indonesia-China akan terus menguat dengan nilai yang dapat mencapai lebih dari 200 miliar dolar AS," kata Djauhari sebagaimana dikutip pada Jumat (23/10/2026).
Wamendag Dorong Ekspor Produk Unggulan Indonesia ke China
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengapresiasi kehadiran delegasi bisnis China dalam penyelenggaraan TEI 2026.
Menurutnya, partisipasi tersebut mencerminkan kepercayaan pelaku usaha China terhadap potensi ekonomi Indonesia.
Dyah menyebut hubungan perdagangan kedua negara masih memiliki ruang pengembangan yang luas, terutama melalui peningkatan ekspor produk unggulan Indonesia.
Sejumlah komoditas yang berpotensi memenuhi kebutuhan pasar China meliputi produk pertanian, pangan olahan, kopi, kakao, rempah-rempah, dan hasil perikanan.
Selain itu, produk manufaktur dan berbagai komoditas bernilai tambah juga memiliki peluang untuk dikembangkan di pasar China.
Dyah menilai kerja sama perdagangan perlu diarahkan pada pengembangan rantai pasok, peningkatan kapasitas produksi, dan penguatan industri.
Transfer pengetahuan serta pengembangan produk sesuai kebutuhan konsumen juga menjadi bagian dari peluang kemitraan kedua negara.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong hubungan perdagangan Indonesia-China yang lebih seimbang, produktif, dan berorientasi jangka panjang.
China Selatan Sumbang 30 Persen Perdagangan Indonesia-China
Hubungan ekonomi Indonesia dengan China selatan memiliki kontribusi besar terhadap keseluruhan perdagangan bilateral kedua negara.
Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia dengan China selatan mencapai 48,7 miliar dolar AS.
Angka tersebut setara sekitar 30 persen dari total perdagangan Indonesia-China pada periode yang sama.
Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan peran penting China selatan sebagai salah satu mitra perdagangan Indonesia.
Melalui TEI 2026, KJRI Guangzhou berupaya memperluas hubungan bisnis dengan mempertemukan pelaku usaha kedua negara dan mendorong realisasi kesepakatan perdagangan serta investasi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




