HOME  ⁄  Ekonomi

Konferensi APQO 2026 di Bali Hadirkan 14 Negara dan 550 Delegasi untuk Bahas Inovasi Mutu serta Produktivitas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Konferensi APQO 2026 di Bali Hadirkan 14 Negara dan 550 Delegasi untuk Bahas Inovasi Mutu serta Produktivitas
Foto: (Sumber :AMMPI bahas kehadiran 14 negara bahas inovasi mutu dalam Konferensi Internasional APQO Ke-31 Tahun 2026 di Denpasar, Senin (26/10/2026). (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari).)

Pantau - Sebanyak 14 negara mengikuti Konferensi Internasional Asian Pacific Quality Organization (APQO) ke-31 Tahun 2026 di Sanur, Bali, pada 26–29 Oktober 2026 untuk membahas inovasi manajemen mutu dan peningkatan produktivitas organisasi.

Konferensi internasional tersebut diikuti sekitar 550 delegasi dari berbagai organisasi yang bergerak dalam pengembangan mutu dan produktivitas.

Ketua Bidang Luar Negeri Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktivitas Indonesia (AMMPI) Damayanti mengatakan Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni sekitar 350 orang.

"Total peserta yang hadir di APQO tahun ini berjumlah kurang lebih hampir 550 orang, dengan kontribusi terbesar berasal dari organisasi di Indonesia sebanyak 350 peserta," ujarnya di Denpasar, Senin (26/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi para delegasi untuk berbagi pengalaman dan memperkenalkan praktik inovasi mutu yang telah diterapkan di organisasi masing-masing.

APQO 2026 Diikuti Delegasi dari 14 Negara

Damayanti menjelaskan bahwa konferensi APQO ke-31 menghadirkan peserta dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik dan sejumlah negara lainnya.

"Negara yang hadir di acara konferensi yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Selandia Baru, Fiji, Sri Lanka, Australia, India, Filipina, Rusia, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, dan Tiongkok," ucap Damayanti.

Keikutsertaan 14 negara tersebut menunjukkan luasnya keterlibatan organisasi dalam pembahasan inovasi mutu dan produktivitas.

Para delegasi dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan konferensi selama empat hari, mulai Senin (26/10/2026) hingga Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Sanur tersebut mempertemukan pakar dan perwakilan organisasi yang memiliki pengalaman dalam pengembangan sistem manajemen mutu.

Melalui pertemuan tersebut, peserta dapat membandingkan pendekatan dan hasil inovasi yang telah diterapkan di berbagai negara.

Indonesia Kirim 350 Peserta, Thailand Terbanyak dari Luar Negeri

AMMPI mencatat jumlah peserta konferensi APQO 2026 mencapai sekitar 550 orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 350 peserta berasal dari organisasi di Indonesia.

Sementara itu, Thailand menjadi negara dengan jumlah delegasi asing terbanyak, yakni sekitar 82 orang.

Malaysia menempati urutan kedua dalam jumlah peserta dari luar negeri.

Damayanti menyampaikan bahwa kehadiran delegasi dari berbagai negara memberikan kesempatan bagi organisasi peserta untuk saling mempelajari pendekatan peningkatan mutu.

Pertukaran pengalaman tersebut mencakup inovasi yang telah diterapkan oleh perusahaan berskala nasional maupun internasional.

Delegasi Berbagi Praktik Terbaik Inovasi Mutu

Konferensi APQO ke-31 difokuskan pada pembahasan inovasi manajemen mutu dan peningkatan produktivitas organisasi.

Damayanti mengatakan para delegasi memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berbagi pengalaman mengenai penerapan inovasi di instansi dan negara masing-masing.

Peserta juga memperkenalkan praktik terbaik yang telah diuji melalui penerapan langsung di perusahaan atau organisasi.

Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi delegasi lain yang ingin meningkatkan kualitas pengelolaan dan produktivitas.

Konferensi ini juga memberikan ruang bagi organisasi untuk mengetahui berbagai pendekatan yang digunakan dalam menghadapi tantangan peningkatan mutu.

Dengan keterlibatan peserta dari 14 negara, pembahasan inovasi dilakukan berdasarkan pengalaman dari berbagai lingkungan organisasi.

AMMPI Sebut Inovasi Indonesia Mampu Bersaing di Tingkat Global

Damayanti menilai partisipasi Indonesia dalam APQO tidak hanya bertujuan mempelajari inovasi dari negara lain.

Menurutnya, delegasi Indonesia juga membawa pengalaman dan praktik inovasi mutu yang memiliki daya saing di tingkat internasional.

Keikutsertaan sekitar 350 peserta dari Indonesia menjadi kontribusi terbesar dalam penyelenggaraan konferensi tahun ini.

Melalui forum tersebut, organisasi Indonesia berkesempatan memperkenalkan hasil pengembangan mutu dan produktivitas kepada delegasi internasional.

Di sisi lain, peserta dalam negeri juga dapat mempelajari praktik yang telah diterapkan oleh perusahaan dan organisasi dari negara lain.

Konferensi Internasional APQO ke-31 di Sanur, Bali, dijadwalkan berlangsung hingga 29 Oktober 2026 dengan agenda pertukaran pengalaman dan pembahasan inovasi mutu organisasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026