
Pantau - Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, mengajak para orang tua membiasakan anak-anak menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan keluarga sebagai upaya menjaga kelestarian bahasa ibu dan identitas budaya masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Hugua saat menghadiri puncak peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 yang diselenggarakan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara di Kendari, Selasa (27/10/2026).
Hugua menyoroti kondisi anak-anak, khususnya yang tumbuh di kawasan perkotaan, yang mulai kehilangan kemampuan berbicara menggunakan bahasa daerah meskipun masih memahami maknanya.
“Rata-rata sekarang mereka mengerti, tetapi tidak bisa berbahasa ibu. Itu kekurangan,” kata Hugua.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas seseorang, keluarga, dan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah harus dimulai sejak dini melalui kebiasaan berkomunikasi antara orang tua dan anak di rumah.
Hugua Tekankan Peran Orang Tua dalam Melestarikan Bahasa Ibu
Hugua mengatakan keluarga memiliki peran utama dalam memperkenalkan sekaligus mempertahankan penggunaan bahasa daerah kepada generasi muda.
Menurutnya, anak-anak yang lahir dan tumbuh di wilayah perkotaan tetap perlu diajarkan bahasa ibu agar tidak kehilangan hubungan dengan identitas budaya keluarganya.
“Begitu lahir di kota, para ibu-ibu, bapak-bapak, ajari mereka bisa berkomunikasi bahasa ibu, karena itu adalah identitas dia, itu adalah jiwa dia, jiwa keluarga itu,” ujar Wagub Hugua.
Ia menilai kemampuan memahami bahasa daerah saja belum cukup apabila anak-anak tidak terbiasa menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.
Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya memperkenalkan kosakata bahasa daerah, tetapi juga membiasakan anak berbicara menggunakan bahasa tersebut dalam lingkungan keluarga.
Kebiasaan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memastikan bahasa daerah tetap digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Hugua juga mengingatkan bahwa bahasa ibu memiliki keterkaitan erat dengan jati diri seseorang sehingga keberlangsungannya perlu dijaga bersama.
Pemprov Sultra Didorong Perkuat Kurikulum Muatan Lokal dan Buku Budaya
Selain menekankan peran keluarga, Hugua mendorong pemerintah untuk mengambil langkah nyata dalam mendukung pelestarian bahasa daerah melalui sektor pendidikan.
Salah satu upaya yang dinilai penting adalah penyusunan kurikulum muatan lokal yang memberikan ruang bagi siswa untuk mempelajari bahasa dan budaya daerah masing-masing.
Pemerintah juga didorong menyediakan buku bacaan yang mengangkat kekayaan budaya setempat agar anak-anak semakin mengenal bahasa serta tradisi masyarakatnya.
Melalui dukungan pendidikan, pembelajaran bahasa daerah diharapkan dapat berjalan seiring dengan penggunaan bahasa ibu di lingkungan keluarga.
Hugua turut memberikan apresiasi kepada Balai Bahasa Sulawesi Tenggara yang terus menjalankan berbagai kegiatan pelestarian dan pengembangan bahasa.
Ia menilai peran Balai Bahasa penting dalam menjaga bahasa sebagai identitas, alat pemersatu, serta bagian dari penopang peradaban masyarakat.
Balai Bahasa Sultra Gaungkan Trigatra Bangun Bahasa
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 telah berlangsung sejak 1 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut mengusung semangat Trigatra Bangun Bahasa yang menekankan pentingnya bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing dalam kehidupan masyarakat.
Dewi menjelaskan bahwa ketiga unsur bahasa tersebut memiliki peran berbeda yang saling melengkapi dalam membangun kemampuan komunikasi dan menjaga identitas bangsa.
“Bahasa Indonesia menyatukan kita, bahasa daerah menjaga akal dan identitas kita, sedangkan bahasa asing membuka jalan untuk menjangkau dunia yang lebih luas,” jelas Dewi.
Melalui semangat tersebut, Balai Bahasa Sultra mendorong masyarakat untuk tetap mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tanpa meninggalkan bahasa daerah sebagai warisan budaya.
Penguasaan bahasa asing juga dipandang sebagai kemampuan yang dapat membantu masyarakat menjangkau pengetahuan dan komunikasi pada tingkat internasional.
Puncak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 Diisi Berbagai Kegiatan
Puncak peringatan Bulan Bahasa dan Sastra 2026 di Kendari dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan yang melibatkan pelajar serta berbagai pihak terkait.
Agenda tersebut mencakup pengumuman pemenang berbagai perlombaan yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Bulan Bahasa dan Sastra.
Selain itu, kegiatan turut dimeriahkan dengan penampilan musikalisasi puisi dari siswa SMAN 1 Kendari dan SMAN 2 Konawe Selatan.
Balai Bahasa Sulawesi Tenggara juga melaksanakan peluncuran produk kolaborasi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
Melalui peringatan ini, pemerintah daerah dan Balai Bahasa Sultra menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, sekolah, serta masyarakat dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah.
Ajakan Hugua untuk membiasakan penggunaan bahasa ibu di rumah menjadi salah satu pesan utama dalam upaya mempertahankan identitas budaya Sulawesi Tenggara di tengah perubahan kebiasaan berbahasa generasi muda.
- Penulis :
- Aditya Yohan




