HOME  ⁄  Ekonomi

Stadion H. Agus Salim Dibangun Ulang Senilai Rp324,33 Miliar, Ditargetkan Berstandar FIFA pada 2028

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Stadion H. Agus Salim Dibangun Ulang Senilai Rp324,33 Miliar, Ditargetkan Berstandar FIFA pada 2028
Foto: Kunjungan kerja Kepala BPBUMN bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dalam rangka inspeksi progres pembangunan ulang stadion yang dikerjakan melalui kerja sama operasi (KSO) PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya (sumber: ANTARA/Najmi Aulia)

Pantau - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menegaskan pentingnya menjaga kualitas pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim di Kota Padang, Sumatera Barat, dengan nilai kontrak Rp324,33 miliar yang ditargetkan selesai pada 31 Januari 2028 dan memiliki fasilitas olahraga berstandar FIFA.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria meminta seluruh pihak yang terlibat memastikan pembangunan stadion dilaksanakan dengan kualitas terbaik, terutama dari aspek kekuatan struktur, ketahanan gempa, dan ketelitian pekerjaan konstruksi.

Penegasan tersebut disampaikan Dony saat melakukan kunjungan kerja bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim di Padang, Selasa (27/10/2026).

“Stadion ini memiliki nilai penting bagi masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, pengerjaannya harus diperhatikan dengan baik agar nantinya mampu menunjang kegiatan olahraga sekaligus menjadi fasilitas yang bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang,” kata Dony Oskaria.

Pembangunan ulang stadion tersebut dilaksanakan melalui skema kerja sama operasi (KSO) antara dua perusahaan BUMN, yakni PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya.

Proyek ini diharapkan dapat menghadirkan fasilitas olahraga modern yang memenuhi standar internasional sekaligus menjadi infrastruktur publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat Sumatera Barat hingga generasi mendatang.

BP BUMN Tekankan Kualitas Konstruksi dan Ketahanan Gempa

Dony menjelaskan bahwa Stadion H. Agus Salim bukan sekadar tempat penyelenggaraan pertandingan olahraga, tetapi juga memiliki nilai historis yang kuat bagi masyarakat Sumatera Barat.

Karena itu, pembangunan ulang stadion harus memperhatikan berbagai aspek teknis agar hasil konstruksi memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Salah satu perhatian utama adalah ketahanan bangunan terhadap gempa bumi yang menjadi faktor penting dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Sumatera Barat.

Dony menekankan bahwa tantangan pembangunan tidak hanya terletak pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga pada kemampuan pelaksana proyek menghasilkan konstruksi yang memenuhi standar kualitas.

“Pembangunan itu mudah, tetapi membangun dengan kualitas yang baik menjadi tantangan tersendiri. Saya ingin stadion ini dibangun dengan sepenuh hati, memperhatikan detail dan presisi, serta memiliki struktur yang kuat untuk jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Dony, seluruh pihak yang terlibat harus menjalankan pekerjaan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan ketepatan, ketelitian, dan kualitas pada setiap tahapan konstruksi.

Ia juga meminta pengawasan proyek dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Pengawasan tersebut mencakup pemilihan subkontraktor yang harus mempertimbangkan kompetensi dan kemampuan teknis dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi.

Dony berharap pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim dapat menghasilkan infrastruktur olahraga yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Proyek Stadion H. Agus Salim Bernilai Rp324,33 Miliar

Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim memiliki nilai kontrak sebesar Rp324,33 miliar, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

Pelaksanaan proyek dilakukan melalui kerja sama operasi PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya dengan pembagian porsi masing-masing sebesar 51 persen dan 49 persen.

PT Hutama Karya merupakan perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi, pengembangan, dan investasi infrastruktur.

Sementara itu, PT Adhi Karya menjalankan kegiatan usaha di bidang jasa konstruksi, pembangunan infrastruktur, Engineering, Procurement, and Construction (EPC), serta properti.

Proyek pembangunan ulang stadion berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari pelaksanaan pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, PT Agrinas Jaladri Nusantara ditunjuk sebagai konsultan manajemen konstruksi untuk mendukung pengawasan proyek.

Lingkup pekerjaan pembangunan ulang stadion mencakup pembangunan struktur bangunan, pekerjaan arsitektur, serta pemasangan sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan atau Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP).

Selain pekerjaan konstruksi utama, proyek tersebut juga meliputi penataan lanskap dan pembangunan berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang operasional stadion.

Stadion Berkapasitas 12.067 Penonton Dilengkapi Fasilitas VIP dan Media

Stadion H. Agus Salim dibangun di atas lahan seluas 53.065 meter persegi dengan rancangan kapasitas total sebanyak 12.067 penonton.

Dari keseluruhan kapasitas tersebut, sebanyak 11.273 kursi dialokasikan bagi penonton reguler yang akan menyaksikan pertandingan maupun kegiatan olahraga lainnya.

Stadion juga dirancang menyediakan 114 kursi Very Very Important Person (VVIP) dan 488 kursi Very Important Person (VIP).

Selain itu, sebanyak 192 kursi khusus media disiapkan untuk menunjang kegiatan peliputan pertandingan dan berbagai agenda olahraga yang diselenggarakan di stadion.

Pembangunan fasilitas utama mencakup tribun penonton dan lobi VVIP yang dirancang untuk mendukung penerimaan tamu serta penyelenggaraan kegiatan tertentu.

Untuk kebutuhan pemain, stadion akan dilengkapi dengan aula pemain, ruang ganti atlet, dan ruang pemanasan sebagai fasilitas persiapan sebelum pertandingan.

Ruang wasit juga menjadi bagian dari pembangunan untuk menunjang penyelenggaraan pertandingan sesuai kebutuhan operasional stadion.

Sementara itu, fasilitas pendukung kegiatan komunikasi dan publikasi mencakup ruang konferensi pers yang dapat digunakan setelah pertandingan maupun dalam agenda olahraga lainnya.

Stadion juga direncanakan memiliki ruang serbaguna, mushala, serta fasilitas bagi penyandang disabilitas agar dapat digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat.

Fasilitas tambahan lainnya meliputi ruang tunggu khusus VVIP dan royal box yang menjadi bagian dari rancangan pembangunan stadion.

Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung fungsi Stadion H. Agus Salim sebagai sarana olahraga berstandar FIFA sekaligus infrastruktur publik yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Pembangunan Ditargetkan Rampung pada 31 Januari 2028

Berdasarkan ketentuan kontrak, pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim memiliki masa pelaksanaan selama 480 hari kalender.

Pelaksanaan kontrak dimulai pada 9 Oktober 2026 dengan target penyelesaian pekerjaan pada 31 Januari 2028.

Selama masa pembangunan, BP BUMN meminta seluruh pelaksana proyek mengutamakan kualitas konstruksi dan ketepatan pekerjaan agar hasil pembangunan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap kekuatan struktur bangunan dan ketahanan gempa untuk memastikan stadion dapat digunakan secara aman dalam jangka panjang.

Dony menegaskan bahwa Stadion H. Agus Salim merupakan aset penting bagi Sumatera Barat sehingga pembangunannya harus dilakukan secara maksimal dan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik.

Melalui pembangunan ulang tersebut, Stadion H. Agus Salim diharapkan dapat menjadi fasilitas olahraga berstandar internasional yang mendukung kegiatan masyarakat, penyelenggaraan pertandingan, serta pengembangan olahraga di Sumatera Barat.

Pemerintah menargetkan stadion tersebut memiliki kualitas konstruksi yang kuat, fasilitas yang memadai, dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat hingga generasi mendatang.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026