HOME  ⁄  Ekonomi

Kementerian PU Sertifikasi 41.824 Tenaga Konstruksi untuk Tingkatkan Kompetensi dan Kualitas Infrastruktur Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kementerian PU Sertifikasi 41.824 Tenaga Konstruksi untuk Tingkatkan Kompetensi dan Kualitas Infrastruktur Nasional
Foto: (Sumber :Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencetak tenaga kerja konstruksi dalam rangka memperkuat sumber daya manusia atau SDM infrastruktur berkualitas. (ANTARA/HO - Kementerian PU).)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat sebanyak 41.824 tenaga kerja konstruksi di seluruh Indonesia telah memperoleh sertifikasi hingga 22 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkualitas.

Program sertifikasi tersebut dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (DJBK) dengan melibatkan tujuh Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) serta sejumlah mitra kerja.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan peningkatan kompetensi tenaga konstruksi diperlukan agar pekerja mampu menjalankan tugas secara profesional, efisien, dan aman.

Menurutnya, penguatan SDM konstruksi juga menjadi bagian dari dukungan Kementerian PU terhadap pelaksanaan program Asta Cita pemerintah.

“Asta Cita juga menugaskan kami untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Karena itu, bagi kami, pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, tapi 'kendaraan' (yang) kuat untuk menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Kementerian PU Catat 41.824 Tenaga Konstruksi Tersertifikasi

Kementerian PU terus menjalankan program peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan.

Berdasarkan data DJBK, jumlah tenaga kerja konstruksi yang telah mendapatkan sertifikasi mencapai 41.824 orang hingga 22 Oktober 2026.

Sertifikasi tersebut menjadi bagian dari pembinaan kompetensi pekerja di sektor konstruksi.

Melalui program ini, tenaga kerja diharapkan memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidang keahlian dan jenjang kompetensi masing-masing.

Kementerian PU menilai penguatan kompetensi diperlukan seiring perkembangan kebutuhan dan tantangan industri konstruksi.

Tujuh Balai Jasa Konstruksi Wilayah Dilibatkan

Pelaksanaan program sertifikasi dilakukan secara berkelanjutan melalui tujuh Balai Jasa Konstruksi Wilayah yang berada di bawah pembinaan Kementerian PU.

Selain melibatkan balai wilayah, DJBK juga bekerja sama dengan berbagai mitra untuk mendukung pelaksanaan sertifikasi tenaga konstruksi.

Pembinaan diarahkan untuk memastikan pekerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan di lapangan.

Program tersebut juga bertujuan meningkatkan profesionalisme dan penerapan keselamatan kerja dalam pelaksanaan proyek infrastruktur.

Dengan kompetensi yang terukur, tenaga konstruksi diharapkan mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Sertifikasi Tenaga Konstruksi Dukung Program Asta Cita

Dody menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung perekonomian masyarakat.

Menurutnya, program Asta Cita memberikan mandat kepada Kementerian PU untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Peningkatan kompetensi tenaga konstruksi menjadi salah satu langkah untuk mendukung pelaksanaan mandat tersebut.

Melalui sertifikasi, Kementerian PU berupaya menyiapkan pekerja yang memiliki kemampuan sesuai standar bidang konstruksi.

Penguatan SDM tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026