HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Rawat 20.581 Bantalan Rel Sepanjang 2026 untuk Jaga Keselamatan Kereta Api di Tengah Perubahan Cuaca

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KAI Rawat 20.581 Bantalan Rel Sepanjang 2026 untuk Jaga Keselamatan Kereta Api di Tengah Perubahan Cuaca
Foto: (Sumber :PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan pemeliharaan berbagai komponen prasarana, termasuk bantalan rel yang berperan menjaga posisi rel dan menyalurkan beban kereta ke struktur di bawahnya.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah melakukan perawatan terhadap 20.581 batang bantalan rel sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api di tengah perubahan kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia.

Perawatan tersebut mencakup 17.025 bantalan beton dan 3.556 bantalan sintetis yang digunakan pada prasarana jalur kereta api.

Langkah pemeliharaan dilakukan seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kemunduran awal musim hujan 2026/2027 di sejumlah wilayah Indonesia.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pemeriksaan dan pemeliharaan prasarana dilakukan secara terencana dengan mempertimbangkan kondisi setiap jalur serta kebutuhan penanganan di lapangan.

Selain bantalan rel, KAI juga memperhatikan kondisi wesel, jembatan, saluran drainase, tanah, dan lereng untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan akibat perubahan cuaca.

KAI Rawat 17.025 Bantalan Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

KAI mencatat realisasi perawatan bantalan rel sepanjang 2026 mencapai 20.581 batang yang tersebar pada prasarana perkeretaapian.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 17.025 batang merupakan bantalan beton, sedangkan 3.556 batang lainnya adalah bantalan sintetis.

Bantalan rel memiliki fungsi penting untuk menjaga posisi rel dan menyalurkan beban kereta api ke struktur di bawahnya.

Karena itu, kondisi bantalan harus diperiksa secara berkala agar kestabilan jalur tetap terjaga selama kereta beroperasi.

Anne menjelaskan bahwa pemeliharaan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan kebutuhan pada masing-masing wilayah operasional.

“Setiap komponen jalur memiliki peran dalam menjaga keselamatan perjalanan. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan dilakukan secara berkala agar kondisi prasarana tetap terjaga sesuai standar operasional,” ujar Anne.

Perawatan bantalan rel menjadi bagian dari kegiatan pemeliharaan prasarana yang dilakukan KAI secara berkelanjutan.

KAI Gunakan Bantalan Sintetis untuk Konstruksi Tertentu

Selain menggunakan bantalan beton, KAI memanfaatkan bantalan sintetis berbahan Fiber Reinforced Foamed Urethane pada konstruksi tertentu.

Salah satu penerapan material tersebut dilakukan pada jalur kereta api yang menggunakan jembatan baja.

Bantalan sintetis memiliki ketahanan terhadap kondisi lingkungan dan berpotensi mempunyai umur teknis lebih panjang dibandingkan bantalan kayu.

Material tersebut menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pemeliharaan prasarana pada konstruksi yang sesuai.

Berdasarkan data KAI, pengadaan bantalan sintetis sepanjang 2022 hingga 2026 mencapai 68.501 batang.

Penggunaan material tersebut turut mendukung upaya mengurangi kebutuhan penggantian bantalan kayu pada konstruksi yang memungkinkan.

Meski demikian, pemilihan jenis bantalan tetap disesuaikan dengan kebutuhan teknis dan kondisi jalur kereta api.

KAI Antisipasi Dampak Perubahan Cuaca terhadap Jalur Kereta

Perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang diperhatikan KAI dalam menjaga kesiapan operasional perjalanan kereta api.

Hujan dengan intensitas tinggi dapat memengaruhi kondisi lingkungan di sekitar jalur, termasuk tanah, lereng, dan sistem drainase.

BMKG sebelumnya memprediksi awal musim hujan 2026/2027 mengalami kemunduran di sejumlah wilayah Indonesia.

Perbedaan kondisi cuaca antardaerah membuat pemeriksaan prasarana perlu menyesuaikan karakteristik masing-masing lintas.

KAI melakukan pemantauan terhadap kondisi rel, bantalan, wesel, jembatan, serta saluran drainase berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan.

Pemeriksaan terhadap tanah dan lereng di sekitar jalur juga menjadi perhatian untuk mengidentifikasi potensi gangguan operasional.

Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan, tindak lanjut dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan.

“Pemeliharaan prasarana merupakan pekerjaan berkelanjutan yang perlu menyesuaikan kondisi setiap lintas. Kami terus memperhatikan hasil pemeriksaan dan kebutuhan perawatan untuk mendukung perjalanan yang aman dan andal,” kata Anne.

Pelanggan Diminta Pantau Informasi Perjalanan dari Kanal Resmi

KAI mengimbau pelanggan untuk selalu mengikuti informasi perjalanan kereta api melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

Imbauan tersebut terutama berlaku apabila terjadi penyesuaian operasional yang berkaitan dengan kondisi jalur maupun perubahan cuaca.

Pelanggan juga diminta memperhatikan arahan petugas ketika berada di stasiun atau selama perjalanan.

KAI menegaskan bahwa pemeliharaan prasarana akan terus dilakukan untuk mendukung keselamatan perjalanan dan menjaga keandalan layanan.

“Melalui pemeliharaan yang terencana dan penggunaan material sesuai kebutuhan, KAI terus menjaga kualitas prasarana untuk mendukung perjalanan kereta api dalam berbagai kondisi cuaca,” tutup Anne.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026