HOME  ⁄  Ekonomi

Jerman dan Singapura Perluas Kemitraan Strategis di Bidang Pertahanan, AI, dan Energi Hijau

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jerman dan Singapura Perluas Kemitraan Strategis di Bidang Pertahanan, AI, dan Energi Hijau
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Bendera Jerman. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan perluasan kemitraan strategis antara Jerman dan Singapura yang mencakup sektor pertahanan, perdagangan, investasi, kecerdasan buatan (AI), serta energi hijau setelah bertemu Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong pada Selasa (27/10/2026).

Dalam konferensi pers bersama di Singapura, Merz mengatakan kedua negara telah menyepakati pembaruan rencana kerja untuk memperkuat hubungan bilateral dalam beberapa tahun mendatang.

Kesepakatan tersebut mencakup peningkatan kerja sama keamanan siber, perlindungan infrastruktur penting, serta pengembangan teknologi dan inovasi.

Jerman juga mengumumkan rencana bergabung dengan Inisiatif GUIDE, sebuah kerangka kerja internasional untuk melindungi infrastruktur kritis bawah laut.

Jerman dan Singapura Perkuat Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan Siber

Merz menegaskan bahwa sektor pertahanan dan keamanan menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan kemitraan strategis kedua negara.

Jerman dan Singapura tengah menyelesaikan perjanjian baru yang berkaitan dengan keamanan siber.

"Kami ingin mengintensifkan kerja sama di bidang kebijakan pertahanan dan keamanan. Kami sedang merampungkan perjanjian baru terkait keamanan siber," kata Merz.

Selain keamanan siber, kedua negara berencana memperdalam kerja sama pertahanan yang sebelumnya telah terjalin melalui sektor kapal selam.

"Kami telah menjalin kerja sama di bidang kapal selam sejak lama. Kami juga berniat untuk memperdalam kerja sama dengan Singapura guna memperkuat ketahanan serta melindungi infrastruktur kritis kami," tambahnya.

Merz menilai peningkatan kerja sama tersebut diperlukan untuk memperkuat ketahanan kedua negara dalam menghadapi tantangan keamanan.

Jerman Akan Bergabung dengan Inisiatif GUIDE

Dalam pertemuan tersebut, Merz mengumumkan bahwa Jerman akan bergabung dengan Inisiatif GUIDE untuk perlindungan infrastruktur kritis bawah laut.

Inisiatif GUIDE merupakan kerangka kerja sukarela yang diluncurkan di Singapura pada Mei 2026.

Program tersebut telah diikuti lebih dari belasan negara, termasuk Australia, Filipina, Prancis, dan Inggris.

Keikutsertaan Jerman diharapkan memperluas kerja sama internasional dalam melindungi infrastruktur bawah laut yang memiliki peran penting bagi komunikasi dan konektivitas.

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong turut menyoroti pentingnya kerja sama lintas wilayah dalam menjaga keamanan infrastruktur tersebut.

Wong menyebut perlindungan infrastruktur kritis bawah laut sebagai hal yang "sangat penting bagi keamanan dan konektivitas kita."

Kedua Negara Bahas Ukraina dan Sanksi terhadap Rusia

Selain kerja sama bilateral, Merz dan Wong membahas sejumlah persoalan internasional, termasuk konflik global dan perubahan kondisi geopolitik.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah dukungan kedua negara terhadap Ukraina di tengah perang dengan Rusia.

Merz mengapresiasi posisi Singapura yang mendukung pemberlakuan sanksi terhadap Rusia.

"Singapura juga merupakan anggota yang sangat aktif dalam koalisi negara-negara yang sepaham," katanya.

Menurut Merz, Singapura telah menunjukkan dukungannya melalui penerapan sanksi terhadap Moskow.

"Kami bersyukur bahwa Singapura setuju untuk menerapkan sanksi terhadap Rusia tanpa keraguan dan telah melaksanakannya," tambahnya.

Merz menjelaskan bahwa sanksi tersebut bertujuan mendorong Rusia mengubah kebijakannya dan mengakhiri perang di Ukraina.

Singapura dan Jerman Dorong Investasi Teknologi serta Energi Hijau

Lawrence Wong menyampaikan sejumlah bidang yang menjadi prioritas penguatan kerja sama ekonomi dan teknologi antara Singapura dan Jerman.

Bidang tersebut mencakup ekonomi digital, kecerdasan buatan, penelitian bersama, serta inovasi teknologi.

Kedua negara juga menaruh perhatian pada pengembangan manufaktur canggih, teknologi hijau, semikonduktor, teknologi kuantum, dan teknologi antariksa.

Selain itu, Singapura dan Jerman berencana memperkuat hubungan antarwilayah serta mendukung tatanan internasional yang berlandaskan aturan.

Kerja sama perdagangan dan investasi menjadi bagian penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

Pada 2024, nilai perdagangan bilateral Jerman dan Singapura tercatat melampaui 13 miliar dolar AS atau sekitar Rp236 triliun.

Jerman dan Singapura telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1965.

Pembaruan rencana kerja yang disepakati kedua pemimpin menjadi langkah lanjutan untuk memperluas kerja sama ekonomi, keamanan, dan teknologi dalam beberapa tahun mendatang.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026