HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia Jajaki Investasi dengan Azerbaijan di Sektor Mineral, Tekstil, Energi, dan Logistik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Jajaki Investasi dengan Azerbaijan di Sektor Mineral, Tekstil, Energi, dan Logistik
Foto: Pertemuan antara Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu (kedua kiri) dengan Azergold di Baku, Azebaijan (sumber: BKPM)

Pantau - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjajaki peluang kerja sama investasi dengan tujuh perusahaan dan lembaga investasi Azerbaijan di sektor hilirisasi mineral, tekstil, energi, petrokimia, infrastruktur, hingga logistik.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui serangkaian pertemuan bisnis dan investasi di Baku, Azerbaijan, pada 26–28 Oktober 2026 yang dipimpin Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu.

Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas kemitraan investasi internasional sekaligus memperkuat kapasitas industri nasional melalui peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

"Indonesia ingin membangun kemitraan investasi yang tidak hanya memperluas peluang bisnis, tetapi juga memperkuat kapasitas industri nasional. Kami terbuka untuk bekerja sama dengan mitra internasional yang dapat mendukung pengembangan industri dari hulu hingga hilir, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan," ujar Todotua dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi Indonesia bertemu dengan AzerGold, Azerbaijan Textile Association (ATA), AZCON Holding, EGA Holding, State Oil Company of the Republic of Azerbaijan (SOCAR), State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan (SOFAZ), dan Azerbaijan Investment Holding (AIH).

Indonesia Bidik Investasi Hilirisasi Mineral dan Industri Tekstil

Pada sektor hilirisasi mineral, pemerintah Indonesia mengadakan pertemuan dengan AzerGold untuk membahas peluang kemitraan dalam pengembangan industri pengolahan mineral, khususnya besi, baja, dan komoditas mineral strategis lainnya.

Pembahasan tersebut diarahkan untuk membuka peluang investasi yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral melalui pengembangan industri pengolahan di Indonesia.

Kerja sama dengan AzerGold juga diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri mineral nasional melalui kemitraan antara perusahaan Azerbaijan dan pelaku usaha dalam negeri.

Sementara itu, pada sektor tekstil, Indonesia bertemu dengan Azerbaijan Textile Association untuk membahas penguatan rantai pasok melalui penyediaan bahan baku dan pengembangan investasi industri.

Salah satu peluang yang dijajaki adalah kerja sama pasokan kapas dan benang untuk mendukung kebutuhan produksi industri tekstil nasional.

Selain penyediaan bahan baku, kedua pihak membahas peluang investasi dalam pengembangan industri pemintalan dan pengolahan tekstil guna membangun rantai produksi yang lebih terintegrasi.

Pemerintah berharap kemitraan tersebut dapat memperkuat ketersediaan bahan baku sekaligus membuka peluang pengembangan industri tekstil dari tahap awal hingga pengolahan.

Azerbaijan dan Indonesia Jajaki Kerja Sama Energi, Petrokimia, serta Infrastruktur Logistik

Pada sektor infrastruktur dan logistik, pemerintah Indonesia melakukan pertemuan dengan AZCON Holding untuk membahas peluang investasi dalam pengembangan fasilitas transportasi dan distribusi.

Pembahasan mencakup pembangunan dan pengembangan pelabuhan, transportasi multimoda, galangan kapal, serta sistem logistik terintegrasi.

Indonesia juga memperkenalkan sejumlah peluang investasi dalam pengembangan infrastruktur pelabuhan dan peningkatan konektivitas kawasan industri.

Pengembangan infrastruktur tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang, memperkuat konektivitas antarkawasan industri, serta mendukung daya saing manufaktur nasional.

Sementara pada sektor energi dan petrokimia, Indonesia bertemu dengan State Oil Company of the Republic of Azerbaijan atau SOCAR untuk membahas potensi kerja sama investasi dalam pengembangan industri energi dan produk turunannya.

Kedua pihak menjajaki peluang penguatan pasokan bahan baku dan produk energi yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan industri di Indonesia.

Pembahasan dengan SOCAR juga mencakup potensi pengembangan fasilitas penyimpanan dan distribusi energi sebagai bagian dari penguatan infrastruktur industri energi nasional.

Adapun pertemuan dengan EGA Holding membahas peluang pengembangan perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis yang melibatkan perusahaan Indonesia maupun Azerbaijan.

Pertemuan tersebut turut dimanfaatkan untuk bertukar informasi mengenai potensi kerja sama serta membahas peran pemerintah dalam memfasilitasi tindak lanjut peluang investasi.

Danantara Jajaki Investasi Bersama dengan Lembaga Investasi Azerbaijan

Selain bertemu dengan perusahaan industri, Wakil Menteri Todotua bersama Managing Director Investasi Danantara mengadakan pertemuan dengan dua lembaga investasi milik pemerintah Azerbaijan, yakni SOFAZ dan AIH.

Pertemuan dengan State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan membahas peluang investasi bersama (co-investment) pada sejumlah sektor strategis.

Peluang kerja sama tersebut meliputi pengembangan infrastruktur, energi, industri petrokimia, serta optimalisasi berbagai aset strategis.

Kedua pihak juga membahas potensi investasi pada fasilitas penyimpanan dan pengolahan energi, termasuk penguatan rantai pasok tekstil.

Penjajakan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperluas sumber pembiayaan dan kemitraan investasi untuk mendukung pengembangan sektor industri prioritas.

Sementara itu, pertemuan dengan Azerbaijan Investment Holding membahas peluang penguatan kemitraan strategis melalui investasi bersama antara AIH dan Danantara.

Sektor yang menjadi fokus pembahasan mencakup industri tekstil, pengolahan mineral dan baja, aluminium, energi, petrokimia, serta pengembangan infrastruktur logistik.

Selain sektor industri, kedua pihak turut menjajaki peluang investasi bersama di bidang pertanian dan perkebunan.

AIH menyatakan keterbukaannya untuk mengevaluasi proposal investasi yang diajukan Indonesia dengan mempertimbangkan sinergi industri dan kelayakan komersial.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak merencanakan pemetaan proyek prioritas yang berpotensi dikembangkan melalui skema investasi bersama.

Pemetaan tersebut juga akan disertai penjajakan kemitraan dengan perusahaan terkait yang dinilai memiliki potensi untuk terlibat dalam pelaksanaan proyek.

BKPM Siap Fasilitasi Realisasi Investasi Indonesia dan Azerbaijan

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menegaskan bahwa berbagai peluang kerja sama yang dibahas selama kunjungan ke Azerbaijan masih berada pada tahap penjajakan.

Pemerintah akan melanjutkan komunikasi dengan calon mitra investasi, melakukan pertukaran informasi, serta mengidentifikasi proyek yang memiliki potensi untuk direalisasikan.

"Berbagai peluang yang telah dibahas akan ditindaklanjuti melalui komunikasi yang lebih intensif, pertukaran informasi, serta identifikasi proyek dan mitra usaha potensial. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM siap memfasilitasi proses penjajakan agar peluang kerja sama tersebut dapat berkembang menjadi investasi yang konkret dan saling menguntungkan," kata Todotua.

Pemerintah berharap rangkaian pertemuan tersebut dapat memperluas jaringan kemitraan investasi Indonesia dengan Azerbaijan, terutama pada sektor yang mendukung pengembangan industri dari hulu hingga hilir.

Kerja sama yang dijajaki juga diarahkan untuk memperkuat rantai pasok industri nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta membuka peluang pembangunan infrastruktur pendukung kegiatan industri.

Keterlibatan Danantara dalam pertemuan dengan lembaga investasi Azerbaijan turut menjadi bagian dari upaya memperluas peluang pembiayaan dan investasi bersama pada berbagai sektor strategis.

Meski demikian, realisasi investasi masih bergantung pada tindak lanjut pembahasan, penilaian kelayakan proyek, serta kesepakatan bisnis yang dapat dicapai antara pihak Indonesia dan Azerbaijan.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026