HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Semarang Perketat Penyortiran Beras Sebelum Masuk Gudang untuk Jaga Mutu Cadangan Beras Pemerintah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bulog Semarang Perketat Penyortiran Beras Sebelum Masuk Gudang untuk Jaga Mutu Cadangan Beras Pemerintah
Foto: (Sumber :Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa (kanan) menunjukan stok beras di Gudang Tambakaji, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (30/10/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Jawa Tengah, memperketat pemeriksaan dan penyortiran beras sebelum masuk gudang penyimpanan untuk memastikan kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap terjaga.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa mengatakan setiap beras yang dikirim dari Sentra Penggilingan Padi (SPP) wajib melewati pemeriksaan kualitas dan kondisi kemasan sebelum disimpan.

"Sejak kami terima di gudang dengan menggunakan armada mungkin bisa truk dan lain-lain, kami lalu melakukan atau melihat, sortir dari kualitas," kata Yudha di Semarang, Sabtu (31/10/2026).

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pengawasan berlapis untuk menjaga kualitas beras sejak pengolahan hingga penyimpanan sebagai stok pemerintah.

Bulog Periksa Kemasan dan Jumlah Beras di Pintu Gudang

Yudha menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap kuantitas beras dan kondisi fisik kemasan yang tiba menggunakan armada pengangkut.

Petugas memastikan kemasan beras tidak mengalami kerusakan, pecah, atau menunjukkan tanda-tanda kelembapan selama proses pengiriman.

"Kami cek lagi, utamanya terkait dengan kuantiti dan penampilan dari kemasan. (Apakah) ada yang rusak, pecah, atau terindikasi mungkin basah di bawahnya karena bak truk dan angkutannya, segala macam," ujarnya.

Pemeriksaan berlangsung di area bongkar muat atau loading dock yang berada di depan pintu masuk gudang.

"Nah, ini kami lakukan di depan pintu gudang, di loading dock depan," tuturnya.

Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, beras disusun dalam tumpukan atau stapel sesuai prosedur penyimpanan yang berlaku.

Penataan tersebut dilakukan dengan memperhatikan proses distribusi dan alat angkut yang digunakan saat pengiriman beras ke gudang.

Beras Tidak Sesuai Standar Dikembalikan ke Penggilingan

Bulog Semarang juga menerapkan mekanisme pemisahan terhadap beras yang ditemukan tidak memenuhi standar saat pemeriksaan.

Beras yang tidak lolos penyortiran tidak langsung dimasukkan ke area penyimpanan bersama stok yang telah memenuhi persyaratan.

Menurut Yudha, produk tersebut dapat dikembalikan ke Sentra Penggilingan Padi untuk menjalani proses standardisasi ulang.

"Terhadap barang yang sudah hasil sortir, sudah disingkirkan, itu bisa dibawa kembali ke tempat pengolahan untuk dilakukan standardisasi kembali," jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan agar beras yang disimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah tetap memenuhi ketentuan kualitas.

Pengawasan Mutu Dimulai Sejak Penyerapan Gabah Petani

Yudha menjelaskan bahwa pengendalian mutu beras tidak hanya dilakukan ketika komoditas tersebut tiba di gudang Bulog.

Proses pengawasan merupakan bagian dari rangkaian pengelolaan beras yang dimulai sejak penyerapan gabah dari petani.

Pada tahap awal, Bulog mengerahkan Tim Jemput Gabah (TJG) untuk mengambil hasil panen petani sebelum dibawa ke Sentra Penggilingan Padi.

Gabah yang telah diterima kemudian menjalani proses pengeringan dan penggilingan untuk menghasilkan beras.

Setelah selesai diolah, beras dikemas dan dikirim menggunakan armada distribusi menuju gudang penyimpanan Bulog.

Setibanya di gudang, petugas kembali melakukan pemeriksaan untuk memastikan jumlah, kemasan, dan kondisi beras sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Melalui pengawasan sejak penyerapan gabah hingga penyimpanan, Bulog Semarang berupaya menjaga mutu stok Cadangan Beras Pemerintah.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026