
Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Jawa Tengah, menyatakan siap mendistribusikan beras melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) setelah menerima permintaan pasokan sekitar 533 ton dari jaringan koperasi tersebut.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang Yudha Ajipribawa mengatakan distribusi melalui Koperasi Merah Putih menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan pemasaran beras, baik untuk kebutuhan komersial maupun program pemerintah.
Selain menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Bulog Semarang menyediakan beras premium komersial untuk memenuhi kebutuhan mitra usaha dan masyarakat.
"Ada KDKMP sekarang yang baru hits ini, kami juga mendapatkan order (permintaan) untuk supply (memasok) ke sana secara rutin seperti itu. Jadi tidak hanya beras CBP yang kami bisa layani, tapi secara premium komersial juga kami layani," kata Yudha di Semarang, Sabtu (31/10/2026).
Permintaan Koperasi Merah Putih Capai 533 Ton Beras
Yudha menjelaskan bahwa permintaan pasokan beras dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah kerja Bulog Semarang telah mencapai sekitar 533 ton.
Jumlah tersebut menjadi bagian dari pengembangan pasar komersial Bulog melalui jaringan distribusi koperasi yang menjangkau masyarakat.
"Kalau yang untuk dari KDKMP kemarin yang sudah masuk itu sekitar 533 ton untuk wilayah Semarang," ujarnya.
Menurut Yudha, penyaluran beras komersial dilakukan melalui berbagai saluran pemasaran, termasuk ritel modern, ritel binaan Bulog, serta Koperasi Merah Putih.
Bulog juga membuka kesempatan kerja sama dengan mitra usaha lainnya yang membutuhkan pasokan beras sesuai permintaan pasar.
Mekanisme distribusi akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mitra untuk menjaga kelancaran penyaluran produk.
Bulog Juga Layani Kebutuhan Beras Premium SPPG
Selain memasok koperasi dan jaringan ritel, Bulog Semarang melayani permintaan beras dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Yudha mengatakan kebutuhan beras dari SPPG umumnya berupa produk premium.
Namun, jumlah SPPG yang saat ini memperoleh pasokan dari Bulog Semarang masih terbatas karena masing-masing satuan dapat memilih pemasok secara mandiri.
"Kalau SPPG (permintaannya) beras premium. Jadi saat ini memang ada yang kami layani namun tidak banyak. Jadi hanya satu, dua karena mereka bebas mencari supplier dari manapun," katanya.
Bulog Semarang menyatakan akan terus memperluas jaringan pemasaran untuk memenuhi kebutuhan beras komersial di wilayah kerjanya.
Stok Cadangan Beras Pemerintah Capai 81.600 Ton
Di tengah pengembangan jaringan distribusi, Bulog Semarang memastikan persediaan Cadangan Beras Pemerintah tetap terjaga.
Hingga akhir Oktober 2026, Bulog Semarang mengelola stok CBP sebanyak 81.600 ton.
Cadangan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pemerintah, termasuk bantuan pangan kepada masyarakat serta program stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Stok CBP juga disiapkan untuk mendukung penanganan kondisi tertentu yang membutuhkan intervensi pemerintah melalui penyaluran beras.
Menurut Bulog Semarang, jumlah persediaan saat ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan selama empat hingga lima bulan ke depan.
Dengan ketersediaan tersebut, pasokan beras dinilai mencukupi hingga memasuki musim panen berikutnya pada 2027.
Bulog Semarang juga memastikan stok yang tersedia dapat mendukung kebutuhan masyarakat selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
- Penulis :
- Aditya Yohan




