
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Uzbekistan sepakat membentuk komite bersama antarpemerintah untuk memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan, perdagangan, dan investasi melalui pertemuan bilateral di Tashkent, Uzbekistan, Kamis (29/10/2026).
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan Wakil Perdana Menteri Uzbekistan Bidang Investasi, Industri, dan Perdagangan Jamshid Khodjaev.
Zulkifli Hasan mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar produk Indonesia sekaligus membuka peluang investasi yang menguntungkan kedua negara.
"Capaian swasembada yang telah kita raih harus menjadi pijakan untuk memperkuat kerja sama, memperluas pasar produk Indonesia, dan membuka peluang investasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," kata Zulkifli dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Indonesia dan Uzbekistan Bentuk Komite Bersama
Komite bersama yang diberi nama Intergovernmental Joint Committee Indonesia–Uzbekistan direncanakan menjadi wadah koordinasi untuk menindaklanjuti berbagai kesepakatan bilateral.
Pembentukan komite tersebut juga ditujukan untuk memastikan pengembangan kerja sama kedua negara berjalan lebih terarah.
Melalui mekanisme ini, Indonesia dan Uzbekistan berupaya memperkuat hubungan ekonomi, khususnya pada sektor pangan, perdagangan, dan investasi.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pihak turut membahas peluang peningkatan perdagangan produk pertanian.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah potensi pasokan buah kering dari Uzbekistan untuk pasar Indonesia.
Namun, perdagangan produk tersebut tetap harus memenuhi ketentuan dan persyaratan keamanan pangan yang berlaku di Indonesia.
Produksi Beras Indonesia Naik 13,54 Persen
Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli Hasan juga menyampaikan perkembangan ketahanan pangan nasional kepada pemerintah Uzbekistan.
Ia memaparkan capaian swasembada delapan komoditas pangan, peningkatan produksi beras dan jagung, serta penguatan cadangan pangan pemerintah.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan, produksi beras nasional meningkat sebesar 13,54 persen.
Sementara itu, produksi jagung tercatat mengalami kenaikan sebesar 9,34 persen.
Cadangan beras pemerintah juga dilaporkan telah mencapai 4.579.788 ton atau sekitar 4,57 juta ton.
Capaian tersebut menjadi salah satu dasar bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama pangan dengan negara mitra, termasuk Uzbekistan.
Perundingan Perdagangan Bebas Jadi Pendukung Kerja Sama
Selain pembentukan komite bersama, hubungan perdagangan Indonesia dan Uzbekistan juga didukung oleh proses perundingan perjanjian perdagangan bebas.
Perundingan Indonesia–Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA) telah diluncurkan pada 2 Maret 2026.
Perjanjian tersebut menjadi salah satu jalur yang tengah ditempuh kedua negara untuk memperkuat hubungan perdagangan bilateral.
Pembentukan komite bersama diharapkan dapat membantu mengawal tindak lanjut hasil pertemuan pemerintah kedua negara, termasuk pengembangan peluang investasi dan perdagangan produk pertanian.
- Penulis :
- Aditya Yohan




