
Pantau - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet menyiapkan strategi dua jalur melalui penguatan pendampingan budidaya dan riset terapan untuk meningkatkan produksi bawang putih nasional sekaligus mempercepat pencapaian target swasembada dalam tiga tahun ke depan.
Strategi tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan petani, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan produktivitas dan kualitas hasil panen secara berkelanjutan.
"Langkah ini diarahkan untuk memastikan program berjalan di lokasi yang tepat, didukung teknologi siap pakai, serta mampu meningkatkan keterampilan petani dan produktivitas secara berkelanjutan," kata Alim dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Alim menegaskan bahwa pengembangan bawang putih membutuhkan kolaborasi lintas lembaga dan perencanaan yang matang agar pelaksanaannya sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, pemerintah harus mengutamakan inovasi yang telah siap diterapkan daripada mengandalkan potensi teknologi yang belum terbukti efektif.
"Yang kita butuhkan adalah inovasi yang betul-betul siap diterapkan, bukan yang masih sebatas potensi. Karena skalanya besar, kita harus memastikan teknologi dan rencana yang dipilih benar-benar bisa mendukung pencapaian target," ujar Wamentan.
Pemerintah Perkuat Pendampingan Petani dan Percepat Budidaya Bawang Putih
Jalur pertama dalam strategi Kementerian Pertanian difokuskan pada percepatan budidaya melalui penetapan lokasi pengembangan, penyusunan kalender tanam, pemetaan kebutuhan petani, dan pendampingan teknis secara langsung.
Alim meminta agar lokasi pengembangan dan jadwal penanaman bawang putih dirinci sehingga bantuan pemerintah dapat disalurkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Ia menilai keberhasilan peningkatan produksi tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan lahan, tetapi juga harus didukung kemampuan petani dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat.
Karena itu, peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan penguasaan teknologi pertanian menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.
"Ini betul-betul mulai baru, sehingga kita membutuhkan keterampilan baru dari petani. Pendampingan budidaya, peningkatan literasi, dan penguasaan teknologi tepat guna menjadi sangat penting," katanya.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan bawang putih.
Riset Varietas Unggul dan Teknologi Pascapanen Jadi Prioritas
Sementara itu, jalur kedua diarahkan pada penguatan riset dan kajian untuk mengatasi berbagai kendala produksi bawang putih, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Penelitian akan mencakup pengembangan varietas unggul, penyempurnaan teknologi budidaya, peningkatan mutu hasil panen, serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan.
Efisiensi penggunaan sarana produksi juga menjadi perhatian agar petani dapat meningkatkan hasil panen dengan penggunaan sumber daya yang lebih optimal.
Selain proses budidaya, pemerintah menyoroti pentingnya pengembangan teknologi pascapanen untuk mengurangi kehilangan hasil selama penyimpanan dan distribusi.
Perbaikan sistem pengemasan dan transportasi turut diperlukan guna menjaga kualitas bawang putih hingga sampai ke pasar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem produksi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah panen, tetapi juga memperhatikan mutu dan daya saing komoditas.
Kementan Dorong Kemitraan untuk Wujudkan Swasembada Bawang Putih
Alim menegaskan bahwa peningkatan produksi bawang putih harus dibarengi dengan pembangunan ekosistem usaha pertanian yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, kemitraan antarpihak, pembagian tanggung jawab, serta dukungan kebijakan dan regulasi perlu dipersiapkan sejak tahap awal pengembangan.
Penguatan ekosistem tersebut diperlukan agar peningkatan hasil produksi memiliki jalur pemasaran yang jelas dan dapat memberikan manfaat bagi petani.
"Kita ingin membangun ekosistem yang baik. Kemitraannya harus jelas, termasuk apa yang akan dikerjakan dan hasil yang ingin dicapai. Kebijakan dan regulasi pendukungnya juga perlu disiapkan," tuturnya.
Melalui penerapan dua strategi tersebut, Kementerian Pertanian berupaya mempercepat peningkatan produksi bawang putih dalam negeri untuk mendukung target swasembada yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto dalam tiga tahun ke depan.
Pemerintah mengandalkan perpaduan pendampingan petani, teknologi siap pakai, riset terapan, serta kemitraan usaha sebagai fondasi pengembangan bawang putih nasional yang terukur dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka




