HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp124.400 per Kg, PIHPS Catat Telur Ayam Rp39.400 dan Bawang Merah Rp70.000

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp124.400 per Kg, PIHPS Catat Telur Ayam Rp39.400 dan Bawang Merah Rp70.000
Foto: (Sumber :Pedagang menyortir cabai keriting yang baru didatangkan dari luar kota di Pasar Barito, Ternate, Maluku Utara, Jumat (30/10/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra/bar..)

Pantau - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp124.400 per kilogram (kg), sementara telur ayam ras berada di angka Rp39.400 per kg pada Senin (2/11/2026).

Berdasarkan data PIHPS yang dihimpun pukul 09.52 WIB, sejumlah komoditas pangan lainnya juga tercatat memiliki harga yang beragam di tingkat pedagang eceran secara nasional.

Harga bawang merah tercatat Rp70.000 per kg, sedangkan bawang putih berada di angka Rp63.150 per kg.

Sementara itu, cabai merah keriting tercatat Rp101.900 per kg dan cabai merah besar Rp91.250 per kg.

Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp124.400 per Kilogram

Data PIHPS menunjukkan cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi di antara jenis cabai yang tercatat dalam laporan tersebut.

Harga cabai rawit merah berada di angka Rp124.400 per kg, disusul cabai merah keriting Rp101.900 per kg.

Sementara itu, cabai merah besar tercatat Rp91.250 per kg dan cabai rawit hijau Rp52.500 per kg.

Berikut rincian harga komoditas cabai berdasarkan data PIHPS Nasional pada 2 November 2026.

Jenis CabaiHarga per Kg
Cabai rawit merahRp124.400
Cabai merah keritingRp101.900
Cabai merah besarRp91.250
Cabai rawit hijauRp52.500

Harga Beras Nasional Berkisar Rp20.450 hingga Rp23.200 per Kg

Selain cabai, PIHPS mencatat harga beras di tingkat pedagang eceran berdasarkan kategori kualitas.

Beras kualitas bawah II tercatat Rp20.450 per kg, sedangkan beras kualitas bawah I berada di angka Rp20.900 per kg.

Untuk beras kualitas medium, harga kategori I mencapai Rp22.300 per kg dan kategori II Rp22.350 per kg.

Sementara itu, beras kualitas super I tercatat Rp23.200 per kg dan beras kualitas super II Rp23.100 per kg.

Jenis BerasHarga per Kg
Beras kualitas bawah IRp20.900
Beras kualitas bawah IIRp20.450
Beras kualitas medium IRp22.300
Beras kualitas medium IIRp22.350
Beras kualitas super IRp23.200
Beras kualitas super IIRp23.100

Telur Ayam Rp39.400, Daging Sapi Tembus Rp162.500 per Kg

PIHPS juga mencatat harga sejumlah komoditas protein hewani yang dipasarkan secara nasional.

Harga telur ayam ras berada di angka Rp39.400 per kg, sementara daging ayam ras segar tercatat Rp53.750 per kg.

Untuk komoditas daging sapi, harga kualitas I mencapai Rp162.500 per kg dan kualitas II sebesar Rp151.900 per kg.

Perbedaan harga tersebut tercatat berdasarkan kategori komoditas yang dipantau dalam sistem PIHPS Nasional.

Harga Gula Pasir dan Minyak Goreng Ikut Dipantau

Pada komoditas gula, PIHPS mencatat harga gula pasir kualitas premium sebesar Rp30.400 per kg.

Sementara itu, gula pasir lokal berada di angka Rp25.150 per kg.

Untuk minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp25.650 per liter.

Minyak goreng kemasan bermerek I berada di angka Rp31.650 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II sebesar Rp28.800 per liter.

Daftar Harga Pangan Nasional per 2 November 2026

Berikut sejumlah harga kebutuhan pokok lainnya berdasarkan pemantauan PIHPS Nasional pada Senin pukul 09.52 WIB.

KomoditasHarga
Bawang merahRp70.000/kg
Bawang putihRp63.150/kg
Telur ayam rasRp39.400/kg
Daging ayam ras segarRp53.750/kg
Daging sapi kualitas IRp162.500/kg
Daging sapi kualitas IIRp151.900/kg
Gula pasir premiumRp30.400/kg
Gula pasir lokalRp25.150/kg
Minyak goreng curahRp25.650/liter
Minyak goreng kemasan bermerek IRp31.650/liter
Minyak goreng kemasan bermerek IIRp28.800/liter

Data tersebut merupakan hasil pemantauan harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional yang dipublikasikan melalui PIHPS Bank Indonesia.

Harga yang tercatat menggambarkan kondisi pada waktu pemantauan dan dapat berbeda antarwilayah maupun lokasi perdagangan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026