HOME  ⁄  Nasional

Mendiktisaintek Dorong Kampus Terlibat dalam Proyek Chip Merah Putih, Riset Semikonduktor Ditargetkan Rampung Mei 2028

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mendiktisaintek Dorong Kampus Terlibat dalam Proyek Chip Merah Putih, Riset Semikonduktor Ditargetkan Rampung Mei 2028
Foto: (Sumber :PERURI meluncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih sebagai ruang uji coba digital untuk mendukung pengembangan talenta dan kemampuan perancangan semikonduktor di Indonesia. ANTARA/HO-PERURI/pri..)

Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan proyek semikonduktor nasional Chip Merah Putih guna memperkuat kemampuan riset, desain cip, dan pengembangan talenta teknologi Indonesia.

Brian menegaskan bahwa setiap tahapan proyek Chip Merah Putih harus dipersiapkan secara terarah, mulai dari kesiapan ekosistem desain hingga penyusunan kebijakan pendukung.

Pemerintah saat ini tengah membahas perkembangan proyek tersebut, termasuk proses perizinan, koordinasi antarlembaga, serta keterlibatan perguruan tinggi dan badan usaha milik negara (BUMN).

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026), Brian menyampaikan bahwa proses pengembangan Chip Merah Putih ditargetkan mulai memasuki tahap harmonisasi pada November 2026.

Mendiktisaintek Targetkan Proses Harmonisasi Dimulai November 2026

Brian menjelaskan bahwa Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sebelumnya telah menyampaikan kesiapan untuk mengajukan izin prakarsa terkait pengembangan proyek Chip Merah Putih.

Pemerintah kini berupaya memastikan seluruh persyaratan dan kebutuhan program dapat dipenuhi sesuai tahapan yang direncanakan.

"Dari pertemuan terakhir, sudah disampaikan kesiapan dari BP BUMN untuk mengajukan izin prakarsa. Hari ini kita akan mendengar perkembangan terbaru dan mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dilengkapi. Target sebelumnya adalah 11 November, paling tidak prosesnya sudah mulai masuk tahap harmonisasi," katanya.

Brian menekankan pentingnya koordinasi untuk memastikan pengembangan industri semikonduktor nasional memiliki dasar kebijakan dan pelaksanaan yang jelas.

Pembahasan tersebut juga mencakup pembagian peran pemerintah, BUMN, serta lembaga terkait dalam mendukung pelaksanaan proyek.

Riset Semikonduktor Bersama Kampus Ditargetkan Selesai Mei 2028

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, menyampaikan bahwa kementerian terus mendukung pengembangan riset semikonduktor melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Salah satu program riset yang sedang dikembangkan ditargetkan selesai pada Mei 2028.

Hasil riset tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kemampuan Indonesia dalam merancang cip secara mandiri.

Keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting untuk mendukung kebutuhan tenaga ahli dan pengembangan teknologi semikonduktor nasional.

Selain menghasilkan penelitian, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia dalam industri cip.

Sebanyak 338 Mahasiswa dari 41 Kampus Ikuti Kompetisi Desain Cip

Pengembangan Chip Merah Putih saat ini telah mencapai tahap penyiapan ekosistem desain bersama sejumlah mitra.

Salah satu fasilitas yang tersedia adalah sandbox atau lingkungan uji coba digital untuk mendukung pengembangan desain cip.

Fasilitas tersebut sebelumnya telah dimanfaatkan dalam kegiatan hackathon yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Kegiatan itu diikuti 98 tim dari 41 perguruan tinggi dengan total 338 mahasiswa.

Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan proses perancangan semikonduktor sekaligus mengembangkan talenta di bidang teknologi cip.

Pemerintah Susun Peta Jalan Pengembangan Cip Nasional

Pengembangan Chip Merah Putih diarahkan pada sejumlah jenis cip dengan mempertimbangkan kelayakan teknis dan ekonomi.

Pemerintah bersama pihak terkait tengah menyusun peta jalan yang mencakup pengembangan desain hingga kemungkinan memasuki tahap fabrikasi atau pembuatan cip.

Penyusunan peta jalan tersebut turut memperhitungkan kebutuhan tenaga ahli, fasilitas riset, dan pengembangan kemampuan industri.

Selain kesiapan teknologi, pemerintah juga membahas kebutuhan kerangka kebijakan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai arah yang ditetapkan.

Pembahasan meliputi urgensi keterlibatan pemerintah, peran BUMN, serta kemungkinan penyusunan instrumen kebijakan yang mendukung pengembangan industri semikonduktor.

Aspek hukum dan materi informasi yang akan disampaikan kepada publik juga menjadi perhatian agar sesuai dengan kesiapan setiap tahapan proyek.

Melalui penguatan riset, keterlibatan kampus, dan koordinasi antarlembaga, pemerintah berupaya membangun fondasi pengembangan industri semikonduktor nasional melalui proyek Chip Merah Putih.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026