
Pantau - Ajang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan total omzet penjualan mencapai Rp2,94 miliar selama tiga hari penyelenggaraan.
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat sebanyak 769 UMKM berpartisipasi dalam ajang balap motor internasional tersebut, dengan produk kuliner lokal menjadi penyumbang terbesar aktivitas penjualan.
"Total 769 UMKM yang tercatat berpartisipasi dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, dengan transaksi hari ketiga mencapai Rp1,63 miliar dan kuliner lokal mendominasi penjualan," kata Direktur Komersial dan Marketing ITDC Febrina Mediana di Lombok Tengah, Rabu (4/11/2026).
Febrina menjelaskan bahwa perputaran uang tersebut berasal dari aktivitas perdagangan di berbagai titik komersial, baik di dalam maupun di luar kawasan Pertamina Mandalika International Circuit.
Menurutnya, penyelenggaraan MotoGP menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau lebih banyak konsumen melalui kegiatan olahraga berskala internasional.
"Kami mendorong keterlibatan pelaku usaha dalam penyelenggaraan event internasional untuk memperluas akses pasar bagi UMKM," ujar dia.
Sebanyak 769 UMKM Ramaikan MotoGP Mandalika 2026
ITDC mencatat sebanyak 310 penyewa gerai atau tenant terlibat dalam aktivitas perdagangan di dalam kawasan Pertamina Mandalika International Circuit.
Jumlah tersebut terdiri atas 300 UMKM dan 10 merek nasional yang menawarkan berbagai produk kepada pengunjung selama penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026.
Dari keseluruhan penyewa gerai, sebanyak 180 merupakan UMKM Dinas, 73 berada di area festival, 47 di area tribun penonton atau grandstand, serta masing-masing lima di area Nusantara dan Paddock Cafe.
Partisipasi pelaku usaha juga melibatkan 34 UMKM binaan InJourney Group dan 30 UMKM binaan Pertamina yang menempati kawasan festival.
Selain itu, pelaku usaha dari 10 kabupaten dan kota turut memanfaatkan momentum MotoGP melalui kegiatan Lombok Sumbawa Festival (LSF).
Sementara itu, aktivitas perdagangan di luar kawasan sirkuit melibatkan sebanyak 459 UMKM yang tersebar di sejumlah lokasi strategis.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 189 UMKM berjualan di area Bazaar Mandalika dan Mandalika Street Food Festival (MSFF) Vol II.
Sebanyak 270 UMKM lainnya menjalankan kegiatan perdagangan di area parkir dan sejumlah titik sekitar Sirkuit Mandalika.
"Keterlibatan UMKM ini merupakan bagian dari upaya ITDC untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kesiapan pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan peluang dari kegiatan berskala nasional maupun internasional," katanya.
Febrina menyampaikan bahwa ITDC akan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM, mulai dari kualitas produk, kemampuan produksi, pengemasan, hingga perluasan akses pemasaran.
Omzet UMKM MotoGP Mandalika Tembus Rp1,63 Miliar pada Hari Ketiga
Berdasarkan catatan ITDC, total omzet UMKM selama penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 mencapai sekitar Rp2,94 miliar dengan kontribusi berbeda dari setiap kawasan perdagangan.
Kontribusi terbesar berasal dari area Commercial Booth yang membukukan transaksi Rp1.125.167.280 atau sekitar 38,3 persen dari keseluruhan omzet.
Posisi berikutnya ditempati UMKM binaan dengan omzet Rp848.999.700 atau 28,9 persen dari total transaksi.
Sementara itu, UMKM Dinas mencatat penjualan sebesar Rp715.013.000 atau 24,3 persen, disusul Paddock Area dengan omzet Rp251.384.588 atau 8,5 persen.
Aktivitas perdagangan mencapai puncaknya pada hari ketiga penyelenggaraan MotoGP dengan nilai transaksi sekitar Rp1,638 miliar.
Jumlah tersebut setara dengan 55,7 persen dari total omzet UMKM selama tiga hari pelaksanaan ajang balap motor internasional tersebut.
Besarnya transaksi pada hari terakhir menunjukkan tingginya aktivitas belanja pengunjung di berbagai kawasan perdagangan yang disediakan selama MotoGP berlangsung.
Kuliner Lokal Dominasi Penjualan UMKM di MotoGP Mandalika
Dari berbagai kategori produk yang dipasarkan, makanan lokal mencatat kontribusi penjualan terbesar dengan persentase mencapai 29,7 persen.
Produk kopi menempati posisi kedua dengan kontribusi 22,9 persen, diikuti kategori minuman sebesar 20 persen.
Sementara itu, produk panganan menyumbang 16,8 persen dan makanan Barat atau western food berkontribusi sebesar 10,7 persen terhadap aktivitas penjualan.
Dominasi kategori makanan dan minuman memperlihatkan besarnya peran sektor kuliner dalam perputaran ekonomi UMKM selama berlangsungnya MotoGP Indonesia 2026.
"Data tersebut menunjukkan besarnya kontribusi produk kuliner terhadap aktivitas perdagangan selama event berlangsung," katanya.
ITDC menyatakan akan melanjutkan upaya penguatan kapasitas UMKM agar pelaku usaha lokal semakin siap memanfaatkan peluang ekonomi dari penyelenggaraan kegiatan nasional maupun internasional di kawasan Mandalika.
- Penulis :
- Aditya Yohan




