HOME  ⁄  Ekonomi

Inalum Kembangkan 119 Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Efisiensi Produksi Aluminium Nasional, Libatkan 273 Inovator

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Inalum Kembangkan 119 Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Efisiensi Produksi Aluminium Nasional, Libatkan 273 Inovator
Foto: (Sumber :Sejumlah pengunjung melihat pameran poster inovasi Transformation and Improvement Summit 2026 di lingkungan Inalum Group. ANTARA/HO-Inalum.)

Pantau - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum terus memperkuat inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing industri aluminium nasional melalui penyelenggaraan Transformation and Improvement Summit (TIS) 2026.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengungkapkan program tersebut berhasil menghimpun 119 karya inovasi yang dikembangkan oleh 273 inovator dari berbagai unit usaha di lingkungan Inalum Group.

Inovasi yang dikembangkan mencakup optimalisasi proses peleburan aluminium, pemanfaatan teknologi digital, penguatan proses bisnis, hingga penerapan kecerdasan buatan untuk mendukung kegiatan perusahaan.

"Berbagai inovasi ini menjadi bagian Transformation and Improvement Summit (TIS) 2026, menghimpun 119 karya inovasi dari 273 inovator di lingkungan Inalum Group," ucap Melati dalam keterangannya di Medan, Sumatera Utara, Kamis (5/11/2026).

Melalui program tersebut, Inalum berupaya mendorong keterlibatan karyawan dalam menciptakan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas kegiatan produksi maupun pengelolaan perusahaan.

Inalum Himpun 119 Karya Inovasi dari 273 Karyawan

Melati menjelaskan sebanyak 119 karya inovasi yang mengikuti proses penjurian TIS 2026 terbagi dalam empat kategori utama.

Rinciannya meliputi 39 karya kategori Teknis Implementasi, 40 karya Teknis Konseptual, 13 karya Nonteknis, serta 27 karya kategori HSE dan ESG.

Penyelenggaraan TIS 2026 mengalami pengembangan dibandingkan tahun sebelumnya dengan memperluas cakupan kompetisi dari dua kategori menjadi empat kategori.

Perluasan tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada lebih banyak karyawan dari berbagai bidang pekerjaan agar dapat menyampaikan gagasan dan solusi inovatif.

"Perluasan kategori ini membuka ruang partisipasi lebih besar bagi karyawan dari berbagai fungsi perusahaan menghadirkan solusi sesuai kebutuhan operasional maupun bisnis," sebutnya.

TIS 2026 mengusung tema "Innovate to Elevate: Harnessing Technology in Continuous Improvement" yang menekankan pemanfaatan teknologi dalam mendukung perbaikan berkelanjutan.

Program tersebut juga melibatkan karyawan dari sejumlah anak perusahaan Inalum, termasuk PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA).

Keterlibatan berbagai unit usaha tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengembangan inovasi di seluruh lingkungan Inalum Group.

Jumlah Inovasi Inalum Meningkat 63 Persen Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Melati mengungkapkan jumlah karya inovasi yang terkumpul dalam TIS 2026 mengalami peningkatan sekitar 63 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak karyawan yang terlibat dalam pengembangan solusi untuk mendukung kegiatan operasional dan bisnis perusahaan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Inalum juga menyelenggarakan TIS Goes to Borneo yang menghadirkan proses penjurian inovasi di lingkungan PT Borneo Alumina Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dengan melibatkan inovator dari unit usaha terkait.

Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 12 karya terpilih mendapatkan kesempatan mengikuti pameran poster inovasi.

Sementara itu, delapan karya lainnya berkompetisi dalam babak final TIS 2026 yang diselenggarakan di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, pada 3 November 2026.

"Setelah proses seleksi, ada 12 karya terpilih mengikuti pameran poster inovasi. Sementara delapan karya berkompetisi dalam Grand Final TIS 2026 berlangsung di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, pada 3 November 2026 lalu," jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, perusahaan memberikan ruang bagi para inovator untuk memperkenalkan hasil pengembangan teknologi dan gagasan perbaikan yang berpotensi diterapkan dalam kegiatan operasional.

Inalum Fokus pada Efisiensi Peleburan Aluminium dan Pencegahan Keretakan Anoda

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian dalam TIS 2026 adalah optimalisasi parameter batch pada proses peleburan aluminium.

Pengembangan tersebut bertujuan meningkatkan pengendalian proses produksi agar kegiatan peleburan dapat berlangsung lebih optimal.

Selain itu, Inalum juga mengembangkan inovasi untuk mengatasi permasalahan keretakan anoda yang merupakan salah satu komponen penting dalam produksi aluminium.

"Inovasi lainnya berfokus pada optimalisasi sudut eccentric counterweight mengatasi permasalahan keretakan anoda, salah satu komponen digunakan dalam proses produksi aluminium," tuturnya.

Pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperbaiki proses teknis di fasilitas produksi.

Inalum juga terus mendorong inovasi yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya perusahaan secara lebih efektif.

Inalum Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Pemodelan Keuangan

Selain berfokus pada kegiatan produksi, Inalum mulai mengembangkan inovasi yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pemanfaatan teknologi tersebut antara lain diarahkan untuk mendukung pemodelan keuangan perusahaan dan pengembangan proses bisnis.

Inovasi juga mencakup berbagai gagasan di bidang energi dan keberlanjutan yang berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan.

Melati menegaskan bahwa peningkatan efisiensi tidak hanya dapat dicapai melalui perbaikan teknologi produksi, tetapi juga melalui penguatan sistem pengelolaan perusahaan.

"Beragam karya inovasi ini menunjukkan, bahwa upaya peningkatan efisiensi tidak hanya dilakukan melalui perbaikan proses teknis, tetapi juga melalui penguatan proses bisnis dan pengelolaan sumber daya perusahaan," ujar Melati.

Menurutnya, pengembangan inovasi harus mampu menjawab kebutuhan perusahaan sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dirut Inalum Tegaskan Inovasi Harus Memberikan Manfaat Nyata

Melati menekankan bahwa keberhasilan inovasi tidak semata-mata diukur berdasarkan penghargaan atau kemenangan dalam sebuah kompetisi.

Ia meminta agar gagasan yang dihasilkan karyawan tidak berhenti pada tahap penjurian atau hanya menjadi dokumen perusahaan.

"Keberhasilan inovasi yang sesungguhnya bukan ketika sebuah karya memenangkan kompetisi, tetapi ketika karya tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan. Jangan sampai ide terbaik kita hanya tersimpan sebagai dokumen," ungkapnya.

Inalum berharap berbagai inovasi yang dikembangkan melalui TIS 2026 dapat diterapkan untuk mendukung peningkatan efisiensi, produktivitas, dan daya saing perusahaan.

Dengan melibatkan ratusan inovator dari berbagai unit usaha, perusahaan terus mendorong pengembangan teknologi dan perbaikan proses bisnis sebagai bagian dari penguatan industri aluminium nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026