
Pantau - Pakar kesehatan jiwa mengungkapkan empat faktor utama yang dapat memicu keinginan bunuh diri pada remaja usia 13 hingga 19 tahun, yakni kesepian, keputusasaan, kebutuhan akan rasa memiliki, dan beban hidup.
Dalam diskusi daring dari Jakarta pada Jumat (13/2/2026), dokter spesialis ilmu kedokteran jiwa dari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, menjelaskan faktor-faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap munculnya dorongan untuk mengakhiri hidup.
Ia menegaskan, "Tidak satu faktor saja yang membuat seseorang memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri," ungkapnya.
Menurut Nova, remaja yang hidup dengan dukungan sumber daya minimal berkemungkinan merasa menanggung beban berat dan kehilangan harapan dalam menjalani kehidupan.
Lingkungan keluarga yang menuntut anak memenuhi ekspektasi orang tua juga dapat menimbulkan tekanan dan memperbesar rasa terbebani pada remaja.
Tekanan Sosial dan Rasa Tidak Memiliki
Dalam kasus bunuh diri anak di wilayah Nusa Tenggara Timur, dijelaskan bahwa anak yang tinggal di desa merasa tidak bisa menjadi bagian dari kelompok seusianya karena tidak mampu menggapai apa yang dimiliki anak-anak di kota.
Kondisi tersebut memunculkan perasaan terasing dan kebutuhan akan rasa memiliki yang tidak terpenuhi.
Tekanan akibat tidak bisa memiliki apa yang orang lain punya dapat membuat remaja menganggap mengakhiri hidup sebagai jalan keluar yang bisa ditempuh.
Perlunya Penguatan Layanan Konseling
Nova mengemukakan perlunya penyediaan layanan konseling bagi remaja di sekolah sebagai langkah pencegahan bunuh diri.
Kapasitas guru bimbingan dan konseling perlu ditingkatkan agar mampu membantu meringankan atau mengatasi persoalan yang berpotensi memicu keinginan remaja untuk mengakhiri hidup.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran konselor sebaya dalam program kesehatan mental di sekolah serta dukungan komunitas untuk membantu penanganan masalah kesehatan jiwa remaja.
Selain itu, penyediaan saluran telepon layanan konseling dan pencegahan bunuh diri dinilai penting agar remaja yang menghadapi masalah dapat menyampaikan keluhan dan berkonsultasi.
"Sehingga dia bisa turun dari yang sangat ingin bunuh diri, minimal dia tahu ada yang mendengarkan, akhirnya mungkin dia ke-distract dan lain-lain sebagainya," ia menjelaskan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







