
Pantau - Kementerian Pariwisata menetapkan Jakarta dan Bali sebagai daerah percontohan pengembangan ekosistem wisata kebugaran atau wellness tourism pada 2026-2027 karena dinilai memiliki kesiapan industri yang tinggi dan karakteristik yang saling melengkapi.
Jakarta dan Bali Jadi Lokus Pengembangan
Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan, "Jakarta dan Bali kami tetapkan sebagai lokus awal pengembangan ekosistem wisata kebugaran pada tahun 2026-2027 karena keduanya memiliki tingkat kesiapan industri yang paling tinggi dan karakteristik yang saling melengkapi."
Nia menjelaskan Bali telah lama dikenal sebagai destinasi kebugaran kelas dunia dengan kekuatan pada layanan spa, yoga, tradisi kesehatan, serta kekayaan alam dan budaya.
Ia menambahkan Jakarta memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang wisatawan internasional sekaligus pusat bisnis dan layanan kesehatan modern sehingga berpotensi mengembangkan wisata kebugaran perkotaan.
Nia mengatakan, "Fokus Kementerian Pariwisata, bukan semata-mata membangun destinasi kebugaran. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem usaha kebugaran yang kuat dan berkelanjutan."
Target Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global
Kementerian Pariwisata menargetkan model pengembangan ekosistem wisata kebugaran di Jakarta dan Bali dapat diterapkan di berbagai destinasi lain di Indonesia.
Nia mengatakan, "Harapannya, keberhasilan model ini akan mempercepat pengembangan wisata kebugaran secara nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi kebugaran berkelas dunia yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan."
Ia juga mengatakan, "Ini menjadi keeutentikan serta sebagai ciri khas wellness tourism Indonesia yang mengakar dari budaya asli Nusantara yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia."
Kementerian Pariwisata menyebut pengembangan wellness tourism didukung kekayaan budaya seperti spa tradisional, jamu, meditasi, aromaterapi, makanan sehat, hingga pemanfaatan sumber daya alam geothermal yang menjadi keunggulan Indonesia.
- Penulis :
- Gerry Eka





