
Pantau - Buah dan sayuran segar sebaiknya tetap dicuci menggunakan air mengalir sebelum dikonsumsi untuk membantu menghilangkan kotoran, pestisida, serta mikroorganisme yang menempel pada permukaannya.
Buah yang kulitnya akan dikupas juga perlu dicuci karena kuman pada bagian luar dapat berpindah ke bagian yang dikonsumsi selama proses pengupasan.
Sayuran yang tumbuh di dalam tanah seperti wortel membutuhkan pembersihan lebih teliti karena berpotensi membawa lebih banyak tanah dan kotoran.
Sayuran berdaun seperti selada juga membutuhkan perhatian khusus karena lipatan dan celah pada daun dapat menjadi tempat menempelnya kotoran dan mikroorganisme.
"Sayuran berdaun membutuhkan perhatian lebih karena lipatan dan celahnya dapat menjebak tanah, kotoran, dan mikroorganisme," kata Direktur Alliance to Stop Foodborne Illness Vanessa Coffman, PhD, kepada Health.
Produk yang Sudah Dicuci Tak Perlu Dibilas Lagi
Produk yang telah memiliki keterangan sudah dicuci atau pre-washed tidak perlu dicuci kembali sebelum dikonsumsi.
Mencuci kembali produk tersebut justru berpotensi membuat makanan bersentuhan dengan bak cuci atau permukaan lain yang kotor sehingga meningkatkan risiko kontaminasi.
"Mencucinya kembali berisiko membuatnya bersentuhan dengan bak cuci atau permukaan yang kotor atau terkontaminasi," kata Ketua Departemen Ilmu Pangan Rutgers University Don Schaffner, PhD.
Proses mencuci dapat mengurangi kotoran dan mikroorganisme pada buah serta sayuran, tetapi tidak dapat menghilangkan seluruh kontaminan.
Schaffner mengatakan penelitian mengenai jumlah bakteri yang dapat dihilangkan melalui pencucian masih terbatas, sementara mikroorganisme dalam jumlah sangat sedikit tetap dapat menyebabkan seseorang sakit.
Parasit seperti Cyclospora juga dapat menempel kuat pada permukaan hasil pertanian sehingga tidak selalu dapat dihilangkan sepenuhnya melalui pencucian.
Sejumlah mikroorganisme bahkan dapat masuk ke bagian dalam buah atau sayuran, seperti bakteri E. coli yang dapat masuk ke tomat melalui bagian bekas tangkai.
Karena itu, keamanan pangan tidak hanya bergantung pada proses mencuci, tetapi juga memasak makanan dengan benar, menyimpannya pada suhu yang sesuai, serta mencegah kontaminasi silang.
"Sebagian besar produk segar di Amerika Serikat bebas dari patogen, dan saya tidak menyarankan menghindari jenis produk tertentu karena risikonya lebih tinggi. Risiko dari semua produk tersebut sebenarnya sangat rendah," ujar Schaffner.
Air Mengalir Dinilai Cukup untuk Mencuci
Buah dan sayuran dapat dibersihkan menggunakan tangan yang bersih dengan membilasnya di bawah air mengalir yang bersih dan sejuk.
Produk dengan permukaan keras dapat digosok menggunakan sikat khusus pangan untuk membantu membersihkan kotoran yang menempel.
Untuk selada yang belum melalui proses pencucian, daun terluarnya dapat dibuang sebelum daun yang tersisa dipisahkan, dicuci, dan dikeringkan.
Suhu air dan durasi pencucian tidak perlu menjadi perhatian berlebihan karena penelitian yang membandingkan air bersuhu 60, 80, dan 100 derajat Fahrenheit tidak menemukan perbedaan signifikan dalam efektivitas pencucian.
Masyarakat juga tidak perlu menggunakan sabun khusus, pemutih, cairan pencuci buah dan sayur, soda kue, maupun campuran cuka untuk membersihkan produk segar.
Menurut Coffman, bahan-bahan tersebut belum terbukti memberikan manfaat keamanan pangan yang berarti dibandingkan penggunaan air biasa serta dalam kondisi tertentu dapat meninggalkan residu atau memengaruhi rasa dan kualitas makanan.
- Penulis :
- Gerry Eka



