Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

China Mengusung FTAAP dan Transformasi Hijau sebagai Agenda Kunci saat Menjadi Tuan Rumah APEC 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China Mengusung FTAAP dan Transformasi Hijau sebagai Agenda Kunci saat Menjadi Tuan Rumah APEC 2026
Foto: (Sumber: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. /ANTARA/Desca Lidya Natalia..)

Pantau - China mendorong percepatan Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik atau FTAAP serta transformasi hijau dan digital sebagai agenda utama menjelang penyelenggaraan APEC 2026, kata Kementerian Luar Negeri China di Beijing, Kamis (12/2/2026).

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mempromosikan tema besar Tahun Tiongkok sebagai bingkai kerja APEC 2026 untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan Asia-Pasifik, mendorong transformasi digital dan hijau, serta memperluas kerja sama lintas sektor.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan dalam konferensi pers di Beijing pada Rabu (11/2/2026) bahwa Wang Yi membagikan rancangan hasil utama dari Tahun Tiongkok APEC sekaligus mendorong fokus pada tujuan membangun komunitas Asia-Pasifik.

Lin Jian menyampaikan bahwa Wang Yi juga mendorong percepatan proses pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik atau FTAAP.

China akan menjadi tuan rumah APEC 2026 dengan tema “Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama”.

Wang Yi menganjurkan arah pembangunan Asia-Pasifik yang makmur dan stabil, terbuka dan saling terhubung, saling menguntungkan dan inklusif, serta bersatu dan saling mendukung untuk membuka babak baru kerja sama regional.

Wang Yi menekankan dua landasan integrasi ekonomi kawasan, yakni FTAAP dan jaringan konektivitas.

Wang Yi meminta konsensus kerja sama dalam perdagangan, investasi, regulasi, serta rantai industri dan pasokan untuk didorong bersama.

Wang Yi mengarahkan agar anggota mengeksplorasi cara menyinergikan Regional Comprehensive Economic Partnership serta Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership guna memperluas jalan menuju FTAAP.

Wang Yi merujuk Cetak Biru Konektivitas APEC periode 2015 sampai 2025 yang diusulkan pada pertemuan Beijing tahun 2014 dan menilai cetak biru tersebut telah memberikan kemajuan penting.

Wang Yi mengarahkan penguatan konektivitas dengan membangun di atas kemajuan cetak biru 2015 sampai 2025, mengidentifikasi lebih banyak kepentingan yang saling terkait, serta berupaya menuju cetak biru yang lebih baik.

Wang Yi meminta konektivitas fisik, konektivitas kelembagaan, dan konektivitas antarmasyarakat dibuat lebih solid dan efektif.

Wang Yi mengusulkan percepatan tiga transformasi utama, yakni transformasi digital, transformasi ilmu pengetahuan, dan transformasi lingkungan yang didorong inovasi sebagai pendorong pertumbuhan baru perekonomian APEC sekaligus jalan menuju pembangunan berkelanjutan.

Dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, Wang Yi mengajak membangun kemitraan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi serta mendorong ekosistem inovasi yang terbuka.

Dalam pemanfaatan teknologi digital, Wang Yi mengajak memanfaatkan kekuatan teknologi digital untuk kerja sama praktis dengan fokus pada perdagangan elektronik lintas batas, aliran data, bea cukai cerdas, dan bidang lainnya.

Wang Yi juga mendorong pengembangan kecerdasan artifisial yang berpusat pada manusia dan untuk kebaikan bersama, termasuk membangun konsensus tentang peran AI dalam mendukung pertumbuhan serta aturan tata kelola AI.

Terkait transformasi hijau dan rendah karbon, Wang Yi mendorong percepatan pembangunan hijau dan rendah karbon serta mengajukan lebih banyak inisiatif kerja sama energi bersih, mineral hijau, perlindungan lingkungan, dan bidang terkait lainnya.

Lin Jian mengatakan dorongan kerja sama praktis mencakup peningkatan jaringan konektivitas, promosi transformasi digital, cerdas, dan hijau, serta pendalaman kerja sama praktis di bidang anti-korupsi, fiskal, transportasi, dan bidang lainnya.

Wang Yi menekankan penghormatan terhadap keragaman anggota APEC dan perlunya memperdalam kerja sama praktis di berbagai bidang yang integral dengan pembangunan.

Dalam pemberantasan korupsi, Wang Yi menekankan pembangunan hasil dan konsensus dari pertemuan Beijing serta penguatan kerja sama lintas batas.

Wang Yi juga menyebut kerja sama praktis lain untuk menjawab tantangan pembangunan bersama di Asia-Pasifik, antara lain fiskal, transportasi, pariwisata, kesehatan masyarakat, penuaan penduduk, ketahanan pangan, dan bidang lainnya.

Wang Yi mendorong penguatan hubungan antarpelaku dan antarmasyarakat melalui interaksi antar usaha kecil dan menengah, sumber daya manusia, perempuan, pemuda, dan media, serta fasilitasi perjalanan timbal balik guna menjalin hubungan antarmasyarakat yang lebih erat.

Agenda awal APEC 2026 disebut dimulai lewat Pertemuan Pejabat Senior atau Senior Officials Meeting pada 1 sampai 10 Februari 2026 di Guangzhou, Provinsi Guangdong, yang dihadiri Wang Yi dan disebut sebagai acara resmi pertama saat China menjadi tuan rumah APEC.

Lin Jian menyebut keluaran pertemuan tersebut akan dibahas pada Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC pada November 2026.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan situs web resmi Tahun China APEC telah diluncurkan melalui alamat www.apec2026.cn yang memuat berbagai informasi terkait agenda dan kegiatan.

APEC merupakan forum kerja sama ekonomi Asia-Pasifik yang berdiri pada 1989 dan beranggotakan 21 entitas ekonomi di lingkar Samudera Pasifik, dengan kerja sama yang bersifat non-politis.

Keanggotaan APEC ditandai dengan adanya Hong Kong dan Taiwan, serta setiap anggota disebut ekonomi karena berinteraksi sebagai entitas ekonomi, bukan sebagai negara.

Anggota APEC yang tercantum meliputi Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, China, Hong Kong-China, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua Nugini, Russia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Tujuan jangka panjang APEC yang disebut adalah Putrajaya Vision 2040 yang disepakati pada 2020 untuk menggantikan Bogor Goals yang menjadi visi jangka panjang APEC sejak 1994.

Penulis :
Ahmad Yusuf