
Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dan menegaskan kesiapan untuk mengikuti seluruh instruksi yang diberikan setelah pengumuman resmi pengangkatannya pada Minggu 8 Maret.
Pernyataan tersebut disampaikan IRGC segera setelah Majelis Ahli Iran mengonfirmasi penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Republik Islam Iran.
Dalam pernyataan resmi, lembaga tersebut menyebutkan "Pada sidang luar biasa hari ini, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei ditunjuk dan diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga dalam sistem suci Republik Islam Iran,".
Majelis Ahli Iran menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui "pemungutan suara yang menentukan dari para perwakilan yang terhormat" di lembaga tersebut.
Mojtaba Khamenei yang lahir pada tahun 1969 merupakan putra dari pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei.
Sebelum pengumuman resmi tersebut, Mojtaba Khamenei telah lama diperkirakan akan menjadi sosok yang menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Latar Belakang Kematian Ali Khamenei
Ali Khamenei sebelumnya dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan Iran.
Serangan udara tersebut menghantam Teheran dan beberapa kota lain di Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut juga menewaskan sejumlah anggota keluarga Ali Khamenei, beberapa komandan militer senior Iran, serta warga sipil.
Setelah serangan tersebut, pemerintah Iran meluncurkan beberapa gelombang serangan balasan menggunakan rudal dan drone.
Serangan balasan Iran tersebut menargetkan Israel serta berbagai aset milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Ancaman Amerika Serikat dan Israel
Amerika Serikat dan Israel sebelumnya telah menyampaikan ancaman terkait kemungkinan pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin Iran.
Pada Rabu 4 Maret, Israel menyatakan bahwa siapa pun yang dipilih Iran sebagai pemimpin tertinggi baru akan menjadi "target untuk dieliminasi.".
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis 5 Maret mengatakan kepada situs berita Axios bahwa pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin baru Iran "tidak dapat diterima,".
Trump juga menyatakan bahwa dirinya harus terlibat secara langsung dalam proses pemilihan pemimpin baru Iran.
Ia juga memperingatkan bahwa jika Iran memilih pemimpin baru yang "melanjutkan kebijakan Khamenei", maka Amerika Serikat kemungkinan akan kembali berperang dalam waktu lima tahun.
- Penulis :
- Arian Mesa







