HOME  ⁄  Nasional

Perluasan Tiga KEK Industri Dinilai Dukung Hilirisasi dan Dorong Industrialisasi Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Perluasan Tiga KEK Industri Dinilai Dukung Hilirisasi dan Dorong Industrialisasi Nasional
Foto: Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memberi keterangan ketika ditemui di Kantor CORE Indonesia Jakarta, Kamis 18/6/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai rencana perluasan tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis industri akan mendukung kebijakan hilirisasi pemerintah sekaligus mengakomodasi lonjakan investasi yang terus meningkat.

Faisal menyampaikan penilaian tersebut setelah KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang mengajukan permohonan perluasan lahan serta pengembangan kawasan.

Rata-rata luas ketiga KEK tersebut direncanakan bertambah hingga dua kali lipat dari luas eksisting untuk memenuhi kebutuhan investasi baru.

"Saya kira perluasan tiga KEK ini sangat bagus, ya, kalau memang ini untuk mengakomodasi lonjakan investasi," ungkap Faisal.

Perluasan KEK Dinilai Perkuat Hilirisasi

Faisal menjelaskan ketiga KEK tersebut menjadi lokasi industri manufaktur yang berkaitan erat dengan kebijakan hilirisasi pemerintah.

"Karena kalau melihat dari ketiga KEK, ini adalah KEK yang memuat industri atau pabrik-pabrik manufaktur yang berkaitan dengan kebijakan hilirisasi pemerintah, pengolahan mineral dan industri berteknologi tinggi seperti elektronika, petrokimia dan EV," ujarnya.

KEK Gresik berfokus pada industri logam atau smelter, elektronika, kimia, dan energi.

KEK Galang Batang berfokus pada industri pengolahan mineral, khususnya bauksit, beserta produk turunannya.

KEK Kendal dikenal sebagai pusat pengembangan industri berbasis ekspor dan teknologi dengan salah satu sektor unggulannya adalah industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Faisal menilai peningkatan investasi yang mendorong kebutuhan perluasan lahan akan memberikan dampak positif terhadap industrialisasi nasional.

"Jadi kalau memang ada kebutuhan perluasan lahan karena ada peningkatan investasi di kawasan industri tersebut, tentu saja sangat bagus untuk mendorong industrialisasi kita," katanya.

Menurut Faisal, investasi di sektor manufaktur pada umumnya membutuhkan lahan yang luas sehingga perluasan kawasan akan membantu perusahaan melakukan ekspansi sekaligus menarik investasi dengan nilai yang lebih besar.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan fasilitas pendukung di dalam KEK, terutama kemudahan proses ekspor dan impor.

"Seperti kemudahan dalam hal fasilitasi ekspor-impor yang kemudian itu artinya mendorong industri yang bukan hanya berorientasi pasar dalam negeri tapi juga pasar ekspor," ungkapnya.

Pemerintah Diminta Perhatikan Kualitas Investasi

Meski mendukung perluasan KEK, Faisal mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada besarnya nilai investasi yang masuk.

Menurutnya, pemerintah perlu memiliki indikator khusus untuk mengukur kualitas investasi, termasuk besarnya penyerapan tenaga kerja domestik dan transfer teknologi.

"Jadi kalau selama ini, kan, hanya nilai investasi yang selalu menjadi indikator. Nah, di sini mestinya juga kualitas dari investasi yang masuk, termasuk seberapa besar lapangan kerja yang diciptakan untuk masyarakat dalam negeri, domestik dan juga transfer of technology," ujarnya.

Faisal juga menekankan pentingnya pelibatan pelaku usaha lokal agar terintegrasi dengan industri manufaktur yang berkembang melalui investasi baru.

"Serta pelibatan daripada pelaku ekonomi atau usaha lokal ke dalam apa yang terintegrasi dengan industri manufaktur dari investasi baru tersebut," katanya.

Penulis :
Shila Glorya