
Pantau - Paparan terlalu lama di ruangan berpendingin udara atau AC berisiko mengganggu metabolisme tubuh karena menurunkan kemampuan alami tubuh dalam mengatur suhu.
Metabolisme Melambat dan Risiko Lemak Meningkat
Konsultan penyakit dalam Dr Melissa Sathyan menjelaskan bahwa lingkungan dingin buatan membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori.
Ia mengatakan, "Ketika kita berada di lingkungan yang selalu dingin, tubuh membakar lebih sedikit kalori untuk menjaga suhu."
Ia menambahkan, "Ditambah dengan kebiasaan waktu duduk yang lama, hal ini dapat memperlambat metabolisme dan mengakibatkan penumpukan lemak."
Kondisi ini diperparah oleh perilaku sedentari karena suasana ruangan ber-AC yang nyaman membuat seseorang cenderung kurang bergerak.
Kualitas Udara dan Dampak Kesehatan Lainnya
Selain metabolisme, kualitas udara di ruangan ber-AC juga dinilai dapat memicu gangguan kesehatan.
Melissa mengungkapkan, "Kualitas udara yang buruk, kelembapan rendah, dan udara yang bersirkulasi ulang dapat mengurangi kesegaran oksigen."
Ia menambahkan kondisi tersebut dapat menyebabkan kelelahan, sakit kepala, tenggorokan kering, hingga penurunan fungsi kognitif.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan memperbanyak konsumsi air putih, melakukan peregangan setiap satu jam, serta menghindari pengaturan suhu AC yang terlalu rendah.
Paparan AC dinilai tidak berbahaya secara langsung, namun kebiasaan penggunaan yang berlebihan dapat mendorong gaya hidup tidak aktif yang berdampak pada kesehatan tubuh.
- Penulis :
- Aditya Yohan








