HOME  ⁄  Geopolitik

UEA Resmi Keluar dari OPEC Mulai 1 Mei 2026 Demi Strategi Ekonomi Jangka Panjang

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

UEA Resmi Keluar dari OPEC Mulai 1 Mei 2026 Demi Strategi Ekonomi Jangka Panjang
Foto: Sebuah mobil terparkir di depan Kantor Pusat Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina, Austria, Kamis 30/11/2023 (sumber: Xinhua/He Canling)

Pantau - Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan keputusan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sebagai langkah berdaulat dan strategis yang didasarkan pada visi ekonomi jangka panjang negara, dengan kebijakan tersebut efektif berlaku mulai 1 Mei 2026.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Direktur Komunikasi Kementerian Luar Negeri UEA, Afra Mahash Al Hameli, yang menegaskan bahwa "Keputusan UAE untuk keluar dari OPEC adalah pilihan berdaulat dan strategis yang berlandaskan visi ekonomi jangka panjang negara ini," ungkapnya.

Alasan Strategis dan Dampak Global

Langkah ini diambil untuk memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan kapasitas energi nasional serta memperkuat pembangunan nasional dan meningkatkan kepercayaan pasar.

UEA juga menilai kebijakan tersebut dapat mendukung stabilitas energi global meski keluar dari organisasi yang selama ini mengoordinasikan produksi minyak negara anggotanya.

Sebagai salah satu produsen minyak terbesar di OPEC, keluarnya UEA dinilai dapat melemahkan pengaruh organisasi terhadap pasokan dan harga minyak global.

Analis memperkirakan keputusan ini berpotensi mengurangi kapasitas OPEC secara signifikan dan memengaruhi dinamika pasar energi internasional.

Kerja Sama Energi Tetap Berlanjut

Meski keluar dari OPEC, UEA menegaskan akan tetap menjalin kerja sama dengan mitra internasional melalui hubungan bilateral dan multilateral di sektor energi.

Pada saat yang sama, pejabat energi UEA melakukan pertemuan dengan mitra dari Qatar untuk membahas penguatan kerja sama energi.

Pertemuan tersebut melibatkan CEO ADNOC Sultan Ahmed Al Jaber dan CEO QatarEnergy Saad Sherida Al Kaabi yang membahas hubungan bilateral di sektor energi.

Qatar sendiri diketahui telah lebih dahulu keluar dari OPEC pada tahun 2019.

OPEC didirikan pada tahun 1960 oleh sejumlah negara produsen minyak utama untuk mengoordinasikan kebijakan produksi dan menjaga stabilitas pendapatan anggota.

UEA bergabung dengan OPEC pada tahun 1967 dan telah menjadi anggota selama lebih dari lima dekade sebelum akhirnya memutuskan keluar dari organisasi tersebut.

Dengan keluarnya UEA, jumlah anggota OPEC berkurang dan diperkirakan akan memengaruhi dinamika organisasi ke depan.

Penulis :
Shila Glorya