HOME  ⁄  Geopolitik

China Khawatir Pergeseran Kebijakan Pertahanan Jepang Picu Ancaman Baru di Asia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China Khawatir Pergeseran Kebijakan Pertahanan Jepang Picu Ancaman Baru di Asia
Foto: (Sumber: Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Kolonel Zhang Xiaogang dalam konferensi pers rutin di Beijing, Kamis (30/4). /ANTARA/Desca Lidya Natalia..)

Pantau - Kementerian Pertahanan China menyatakan kekhawatiran atas perubahan kebijakan pertahanan Jepang yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan memicu ancaman global.

China Soroti Kebijakan Baru dan Remiliterisasi Jepang

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Kolonel Zhang Xiaogang dalam konferensi pers di Beijing pada Kamis (30/4).

"Akhir-akhir ini, Jepang sering kali melakukan tindakan berbahaya, agresif, provokatif, dan uji coba di bidang militer dan keamanan, jangan sampai mereka menghancurkan perdamaian dan membawa bencana ke dunia," ungkapnya.

China menilai langkah Jepang merevisi aturan transfer peralatan dan teknologi pertahanan membuka peluang ekspor senjata, termasuk yang memiliki kemampuan mematikan.

Zhang juga menyinggung penggunaan kembali istilah militer lama serta rencana pembentukan badan intelijen nasional yang mengingatkan pada sejarah kelam Jepang.

"Lebih dari itu, upaya Jepang untuk menggunakan kembali istilah pangkat militer dari tentara Jepang lama, serta rencana pembentukan badan intelijen nasional, mengingatkan kita pada 'Tokko' yang terkenal kejam, dan hal ini sangat melukai perasaan rakyat negara-negara Asia," katanya.

Anggaran Militer dan Kekhawatiran Stabilitas Kawasan

China turut menyoroti peningkatan anggaran pertahanan Jepang yang mencapai 9 triliun yen serta arah kebijakan yang dinilai semakin ofensif.

"Apakah mereka akan kembali menjadi 'sumber bencana' bagi Asia Timur? Semua orang yang cinta damai harus waspada tinggi terhadap hal ini, dan dengan tegas mencegah tindakan mundur Jepang," ujar Zhang.

Ia menambahkan bahwa langkah Jepang dinilai melanggar sejumlah dokumen internasional seperti Deklarasi Kairo dan Proklamasi Potsdam serta berpotensi mengancam tatanan pascaperang.

"Sejarah masa lalu masih dekat. Militerisme Jepang dulu pernah membawa bencana besar bagi kawasan dan dunia, tapi setelah perang tidak pernah benar-benar dibersihkan. Sekarang Jepang benar-benar membuang topengnya dan mempercepat 'remiliterisasi'," tegasnya.

China mendesak Jepang untuk menghentikan kebijakan tersebut dan memutus hubungan dengan praktik militerisme demi menjaga kepercayaan negara-negara Asia dan komunitas internasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf