
Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan negaranya melanjutkan jalur diplomasi dengan Amerika Serikat jika pendekatan "maksimalis" dihentikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Barat.
Iran Soroti Tindakan AS dan Tuntut Penghentian Provokasi
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian saat pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Kamis (30/4).
Ia menegaskan bahwa tindakan yang disebut sebagai pelanggaran oleh AS harus dihentikan, termasuk terhadap aktivitas maritim Iran.
Ia mengatakan, "pembajakan maritim" AS terhadap kapal-kapal Iran harus secara eksplisit dikecam dan dihentikan.
Pezeshkian juga menilai pernyataan provokatif pejabat AS yang disertai blokade pelabuhan Iran bertentangan dengan hukum internasional dan berpotensi memperkeruh situasi kawasan.
Ia menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen mempertahankan hak-haknya sekaligus membuka ruang diplomasi untuk mencapai solusi damai.
Jepang Dorong Jalur Diplomasi dan Stabilitas Kawasan
Dalam percakapan tersebut, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menekankan pentingnya hubungan yang stabil dengan Iran serta keselamatan jalur pelayaran internasional.
Ia meminta jaminan keamanan bagi kapal Jepang yang melintasi Selat Hormuz dan mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi.
Ia mengungkapkan harapan agar negosiasi antara Iran dan AS dapat segera dilanjutkan hingga mencapai kesepakatan final.
Situasi ini terjadi setelah gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel diberlakukan pada 8 April usai konflik selama 40 hari yang dipicu serangan gabungan terhadap Iran.
Informasi tambahan, ketegangan meningkat setelah perundingan di Islamabad pada 11–12 April gagal mencapai kesepakatan dan diikuti blokade AS di Selat Hormuz serta respons Iran melalui serangan dan pembatasan pelayaran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





