HOME  ⁄  Geopolitik

Pertunjukan Seni Bela Diri Kamboja-China di Angkor Tarik Ribuan Wisatawan dan Perkuat Diplomasi Budaya

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pertunjukan Seni Bela Diri Kamboja-China di Angkor Tarik Ribuan Wisatawan dan Perkuat Diplomasi Budaya
Foto: (Sumber: Para seniman bela diri tradisional Kamboja menampilkan pertunjukan bela diri Kamboja-China yang diadakan di kompleks Taman Arkeologi Angkor di Provinsi Siem Reap, Kamboja, (30/4/2026). (Xinhua/Sao Khuth).)

Pantau - Pertunjukan seni bela diri gabungan Kamboja dan China digelar di kompleks Taman Arkeologi Angkor, Provinsi Siem Reap, Kamis (30/4), yang menarik lebih dari 1.000 wisatawan domestik dan mancanegara.

Kolaborasi Budaya di Situs Warisan Dunia

Acara yang berlangsung di area utara Kuil Bayon tersebut menampilkan berbagai seni bela diri tradisional Kamboja seperti Bokator, Yuthakun Khom, dan Kun Khmer, yang dipadukan dengan seni bela diri China seperti Kung Fu Shaolin dan Tai Chi.

Sebanyak 16 biksu dari Kuil Shaolin turut ambil bagian dalam pertunjukan tersebut.

Menteri Pariwisata Kamboja Huot Hak mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye Tahun Pariwisata Kamboja-China.

Ia menyampaikan, "Acara tersebut menarik lebih dari 1.000 penonton domestik dan mancanegara."

Ia menambahkan bahwa China menjadi sumber wisatawan terbesar bagi Kamboja pada kuartal pertama 2026 dengan lebih dari 240.000 kunjungan.

Dorong Pariwisata dan Pererat Hubungan Bilateral

Huot Hak menegaskan pentingnya peran wisatawan dan investor China dalam mendukung sektor pariwisata Kamboja.

Ia mengatakan, "Kamboja sangat ingin melihat lebih banyak wisatawan dan investor China. Masa depan pariwisata Kamboja tidak dapat dipisahkan dari arus masuk wisatawan dan investor China."

Chairman Pacific Asia Travel Association cabang Kamboja Thourn Sinan menilai acara ini dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap Kamboja sebagai destinasi aman.

Ia mengungkapkan, "Ini akan membantu meningkatkan kepercayaan wisatawan, mempromosikan Kamboja sebagai destinasi wisata yang aman dan dinamis. Saya meyakini acara ini akan semakin memperdalam hubungan budaya dan ikatan persahabatan antara masyarakat kedua negara."

Sementara itu, akademisi Thong Mengdavid menilai kegiatan tersebut memiliki makna diplomatik yang luas.

Ia mengatakan, "Ini mencerminkan pendalaman berkelanjutan dari hubungan Kamboja-China, di mana diplomasi budaya semakin digunakan bersama kerja sama ekonomi dan politik untuk memperkuat kepercayaan strategis."

Informasi tambahan, pemerintah Kamboja berencana menerapkan kebijakan bebas visa bagi wisatawan China pada 15 Juni hingga 15 Oktober 2026 guna meningkatkan kunjungan wisata.

Penulis :
Aditya Yohan