
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan blokade angkatan laut terhadap Iran di Selat Hormuz menjadi “bisnis yang sangat menguntungkan” karena AS berhasil menyita kargo dan minyak dari kapal-kapal Iran.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah acara di Florida pada Jumat (1/5) saat menjelaskan kebijakan militernya di jalur strategis tersebut.
Trump mengatakan tindakan penyitaan tersebut memberikan keuntungan langsung bagi Amerika Serikat di tengah konflik dengan Iran.
“Kami mengambil alih kargo. Mengambil alih minyak, bisnis yang sangat menguntungkan. Siapa yang menyangka, kami seperti bajak laut, tapi kami tidak sedang main-main,” ujarnya.
Ia juga membela kebijakan tersebut dengan menyebut Iran telah lama menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan geopolitik.
“Mereka mengatakan akan menutupnya. Jadi, mereka menutupnya, lalu saya menutupnya untuk kapal mereka,” kata Trump.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak serangan militer yang dimulai pada 28 Februari 2026 dan memicu balasan dari Teheran serta penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata sempat diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan dan dilanjutkan perundingan di Islamabad pada 11–12 April, namun tidak menghasilkan kesepakatan.
Trump bahkan meragukan kelanjutan negosiasi tersebut dengan mengatakan, “Sejujurnya, mungkin lebih baik kita tidak membuat kesepakatan sama sekali.”
Sejak 13 April, Amerika Serikat memberlakukan blokade yang menargetkan lalu lintas maritim Iran, sekaligus berupaya membentuk koalisi internasional guna memulihkan jalur pelayaran di kawasan tersebut.
Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran global terhadap dampak ekonomi dan keamanan akibat gangguan di salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





