
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya telah menjual 100 juta barel minyak Venezuela yang dikirim ke Texas untuk diolah, dalam pernyataan di Florida, Sabtu (2/5).
Trump mengatakan penjualan tersebut merupakan bagian dari kerja sama energi antara AS dan Venezuela.
“Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Venezuela. Sebanyak 100 juta barel minyak telah kami jual. Minyak itu dikirim ke Texas untuk diolah di sana. Dalam satu bulan ke depan, akan ada tambahan 100 juta barel lagi,” ujarnya.
Kerja Sama Energi dan Investasi
Trump juga menyebut bahwa Amerika Serikat berpotensi meraup ratusan miliar dolar dari penjualan minyak Venezuela.
Ia bahkan memperingatkan perusahaan minyak AS agar menginvestasikan setidaknya 100 miliar dolar di Venezuela.
Pemerintah AS, lanjut dia, siap mengelola dan mengolah minyak dari negara tersebut secara langsung.
Kontroversi dan Respons Internasional
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai kebijakan AS terhadap Venezuela bersifat diskriminatif.
Ia mengatakan perusahaan Rusia dipaksa keluar setelah AS melakukan intervensi besar dan memberlakukan larangan transaksi minyak dengan sejumlah negara.
Dalam perjanjian baru, pendapatan minyak Venezuela kini dikelola melalui rekening yang dikendalikan oleh Washington.
Menteri Energi AS Chris Wright menegaskan bahwa negaranya berencana menangani penjualan seluruh produksi minyak Venezuela secara mandiri.
- Penulis :
- Aditya Yohan





