HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Sebut AS Rampas Minyak Iran, Tegangan Konflik Kian Memanas

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Trump Sebut AS Rampas Minyak Iran, Tegangan Konflik Kian Memanas
Foto: (Sumber: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada pers di South Lawn Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 1 Mei 2026.(Foto oleh Li Yuanqing/Xinhua).)

Pantau - Donald Trump menyatakan Angkatan Laut Amerika Serikat merampas minyak dari Iran dalam operasi militer yang berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Pernyataan Kontroversial Trump

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah acara di Florida pada 1 Mei 2026.

Ia mengatakan, "Kami merampas kapal, kami merampas kargo, kami merampas minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan,"

Trump juga menyebut tindakan tersebut menyerupai aksi perompak.

Ia menyatakan, "Kami seperti perompak. Kami memang agak mirip perompak, tetapi kami tidak main-main,"

Pernyataan ini muncul setelah Trump sebelumnya menyebut perang melawan Iran telah berakhir.

Hal itu berkaitan dengan upaya meredam perdebatan mengenai persetujuan Kongres atas operasi militer.

Operasi Militer dan Ketentuan Hukum

Berdasarkan Resolusi Kewenangan Perang 1973, presiden Amerika Serikat wajib menghentikan aksi militer dalam 60 hari tanpa persetujuan Kongres.

Pemerintah AS diketahui telah memberi tahu Kongres pada 2 Maret terkait operasi militer terhadap Iran.

Tenggat waktu 60 hari tersebut berakhir pada 1 Mei 2026.

Operasi militer AS bersama Israel terhadap Iran dimulai sejak 28 Februari 2026.

Angkatan Laut AS dilaporkan mencegat dua kapal tanker di Samudra Hindia yang diduga mengangkut minyak dari Iran.

Penyitaan dilakukan pada 20 April dan 22 April 2026 sebagai bagian dari operasi tersebut.

Pejabat militer Iran Mohammad Jafar Asadi menyebut kemungkinan konflik baru masih terbuka.

Secara keseluruhan, pernyataan Trump mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi berlanjut.

Penulis :
Gerry Eka