HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Beri Tenggat Satu Bulan ke AS untuk Kesepakatan, Fokus Pembukaan Hormuz dan Penghentian Perang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Iran Beri Tenggat Satu Bulan ke AS untuk Kesepakatan, Fokus Pembukaan Hormuz dan Penghentian Perang
Foto: (Sumber: Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengadakan konferensi pers di Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada Sabtu (25/4/2026). ANTARA/Celal Güneń - Anadolu Agency/pri.)

Pantau - Iran menetapkan tenggat waktu satu bulan kepada Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan awal yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian blokade maritim.

Proposal Perdamaian dan Tahapan Negosiasi

Proposal perdamaian Iran yang terdiri dari 14 poin telah direvisi dan diajukan kepada Amerika Serikat pada 30 April 2026.

Dua sumber menyebutkan adanya batas waktu ketat selama satu bulan untuk mencapai kesepakatan awal antara kedua negara.

Selain pembukaan Selat Hormuz, Iran juga menuntut penghentian perang di Iran dan Lebanon secara permanen.

Jika kesepakatan awal tercapai, negosiasi akan berlanjut ke isu program nuklir dalam tahap berikutnya.

Tahap lanjutan tersebut direncanakan berlangsung selama satu bulan tambahan.

Respons AS dan Ketegangan Berlanjut

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons kemungkinan konflik lanjutan terkait proposal tersebut.

Ia mengatakan, "Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan hal jahat, tapi sekarang kami akan lihat. Hal itu bisa terjadi, tentu saja,"

Trump menyatakan akan mengkaji proposal Iran lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Ia mengatakan, "Mereka telah menyampaikan kepada saya tentang konsep kesepakatannya. Mereka akan menyampaikan pernyataan persisnya saat ini,"

Namun, Trump juga mengkritik Iran melalui media sosial dengan menilai negara tersebut belum menerima konsekuensi besar atas tindakannya selama puluhan tahun.

Sementara itu, blokade terhadap pelabuhan Iran disebut sebagai langkah strategis oleh Amerika Serikat.

Situasi ini menunjukkan ketegangan antara kedua negara masih tinggi meskipun upaya diplomasi terus dilakukan.

Secara keseluruhan, Iran mendorong penyelesaian konflik melalui tenggat waktu ketat dengan fokus pada blokade, perang, dan negosiasi nuklir.

Penulis :
Gerry Eka