
Pantau - Israel dan Amerika Serikat dilaporkan membahas kemungkinan aksi militer baru terhadap Iran di tengah ketegangan yang belum mereda pascakonflik sebelumnya.
Koordinasi Militer dan Opsi Serangan
Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir meningkatkan komunikasi dengan Komandan CENTCOM Brad Cooper terkait opsi serangan jika eskalasi kembali terjadi.
Pembahasan mencakup potensi target strategis seperti jaringan energi, jalan raya, pabrik baja, serta cadangan minyak dan gas Iran.
Amerika Serikat juga mempertimbangkan serangan terbatas sebagai upaya mendorong kesepakatan nuklir.
Namun, hingga kini belum ada keputusan final mengenai waktu maupun bentuk serangan yang akan dilakukan.
Militer Israel turut meningkatkan kesiapan pertahanan dan status kewaspadaan tinggi.
Latar Belakang Konflik dan Risiko Eskalasi
Sebelumnya, AS dan Israel melakukan serangan ke Iran pada 28 Februari yang memicu balasan dari Iran terhadap sekutu AS di kawasan Teluk.
Iran juga sempat menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap eskalasi konflik.
Gencatan senjata selama dua pekan sempat tercapai melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan lanjutan tidak menghasilkan kesepakatan damai.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak.
Koordinasi terbaru juga mencakup pemantauan terhadap pemulihan fasilitas Iran pascaserangan sebelumnya.
Secara keseluruhan, pembahasan aksi militer baru ini menunjukkan potensi eskalasi konflik yang masih tinggi dan berisiko mengganggu stabilitas kawasan.
- Penulis :
- Gerry Eka





