
Pantau - Pentagon memamerkan berbagai inovasi militer terbaru dalam ajang tahunan Pentagon Lab Day, termasuk robot anjing dengan teknologi pemetaan 3D dan sistem laser canggih untuk meningkatkan daya hancur senjata energi jarak jauh.
Acara yang digelar di Washington, Amerika Serikat, Rabu itu dihadiri puluhan ilmuwan dan insinyur dari sejumlah lembaga riset militer, seperti Air Force Research Laboratory, Naval Research Laboratory, dan Army Research Office.
“Beberapa teknologi yang ditampilkan antara lain bakteri yang dapat membuat beton, laser yang dapat dibelokkan untuk meningkatkan daya hancur senjata energi jarak jauh, serta anjing robot dengan teknologi pemetaan 3D,” demikian pernyataan Pentagon.
Robot anjing tersebut menjadi sorotan karena mampu memetakan bagian dalam fasilitas secara tiga dimensi dan mengirimkan data untuk meningkatkan kesadaran situasional pasukan.
Selain itu, robot itu juga dapat mengikuti pengguna secara otomatis tanpa kendali langsung dan memberikan anotasi terhadap objek yang terdeteksi.
Teknologi Laser dan Bakteri Pembuat Beton Dipamerkan
Laboratorium riset Angkatan Laut Amerika Serikat turut mendemonstrasikan teknologi optik yang memungkinkan sinar laser tetap fokus pada target jarak jauh meski terkena turbulensi udara.
Teknologi tersebut disebut mampu meningkatkan efektivitas senjata energi terarah berbasis laser.
Sementara itu, laboratorium riset Angkatan Udara AS memperkenalkan bakteri khusus yang diawetkan dalam bentuk bubuk dan dapat dicampur lalu disemprotkan ke permukaan hingga mengeras.
Peneliti menjelaskan material tersebut dapat digunakan untuk memperkuat permukaan agar mampu dilalui kendaraan militer.
Pentagon Jadikan Lab Day Ajang Pamer Inovasi
Pentagon menyebut Lab Day pertama kali digelar pada 2015 dan kini menjadi agenda rutin untuk memamerkan perkembangan teknologi militer terbaru Amerika Serikat.
Ajang tersebut juga menjadi sarana memperlihatkan hasil riset pertahanan yang dikembangkan berbagai laboratorium militer AS.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





