
Pantau - Kementerian Luar Negeri China menegaskan Beijing siap bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengelola perbedaan kedua negara menjelang pertemuan Presiden Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Beijing pada 13-15 Mei 2026.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan hubungan China dan AS perlu diarahkan melalui semangat kesetaraan dan saling menguntungkan.
"China siap bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memperluas kerja sama dan mengelola perbedaan dalam semangat kesetaraan, penghormatan, dan saling menguntungkan, serta memberikan lebih banyak stabilitas dan kepastian bagi dunia yang sedang berubah dan bergejolak," ungkap Guo Jiakun.
Kementerian Luar Negeri China menyebut kunjungan Trump dilakukan atas undangan langsung Presiden Xi Jinping.
Pertemuan tersebut menjadi agenda perdana Xi dan Trump sejak keduanya bertemu di sela-sela KTT APEC di Busan pada 30 Oktober 2025.
Guo Jiakun menyatakan diplomasi kepala negara memiliki peran penting dalam memberikan arahan strategis bagi hubungan bilateral China-AS.
"Ini akan menjadi kunjungan pertama seorang presiden AS ke China dalam hampir sembilan tahun. Presiden Xi akan bertukar pandangan secara mendalam dengan Presiden Trump mengenai isu-isu besar yang berkaitan dengan hubungan China-AS serta perdamaian dan pembangunan dunia," kata Guo Jiakun.
Namun, pemerintah China belum menjelaskan rincian pembicaraan antara kedua pemimpin negara tersebut.
Agenda Ekonomi dan Keamanan Jadi Fokus Pertemuan
Gedung Putih menyatakan agenda utama pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump akan membahas isu ekonomi dan keamanan.
Pemerintah AS menyebut pertemuan tersebut mengedepankan prinsip resiprositas dan keadilan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat Amerika Serikat.
Gedung Putih juga menyebut Washington dan Beijing menargetkan kesepakatan komersial tambahan di sektor kedirgantaraan, pertanian, dan energi.
Seorang pejabat senior AS menegaskan tidak ada perubahan kebijakan Washington terkait Taiwan di tengah spekulasi bahwa Xi Jinping akan meminta Trump menggeser posisi AS dan menghentikan penjualan senjata ke Taipei.
Pejabat tersebut menyatakan pemerintah AS tidak mengantisipasi perubahan kebijakan terkait Taiwan dalam waktu dekat.
Pemerintah AS juga menegaskan penjualan senjata ke Taiwan pada tahun pertama masa jabatan kedua Trump lebih besar dibanding seluruh periode pemerintahan Joe Biden.
AS dan China turut berencana membuka kanal komunikasi baru terkait keamanan kecerdasan buatan.
Pemerintahan Trump juga ingin mempercepat pembentukan Dewan Perdagangan dan Dewan Investasi sebagai forum kerja sama antara dua ekonomi terbesar dunia.
Trump Dijadwalkan Hadiri Jamuan Kenegaraan hingga Tur Kuil Langit
Agenda KTT antara Xi Jinping dan Donald Trump akan dimulai dengan upacara penyambutan pada Kamis pagi di Beijing.
Kedua pemimpin negara dijadwalkan mengikuti tur bersama ke Kuil Langit dan menghadiri jamuan kenegaraan.
Pada Jumat, Trump akan melakukan pertemuan minum teh bersama Xi Jinping sebelum mengikuti makan siang kerja dan meninggalkan Beijing setelah seluruh agenda selesai.
Sejumlah pejabat AS menyebut China kemungkinan akan meningkatkan pembelian produk pertanian dan barang-barang asal Amerika Serikat.
Donald Trump juga akan didampingi sejumlah eksekutif perusahaan besar AS selama kunjungan kenegaraan tersebut.
Sebagai persiapan akhir menjelang KTT, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Seoul pada Rabu.
Scott Bessent dan He Lifeng diketahui telah memimpin negosiasi bilateral antara AS dan China sejak tahun lalu.
- Penulis :
- Leon Weldrick





