
Pantau - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan membahas sejumlah isu utama dalam pertemuan bilateral di Beijing pada 14 Mei 2026 di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan hubungan dagang kedua negara.
“Selama kunjungan Presiden Trump ke China, kedua kepala negara akan melakukan pertukaran pandangan mendalam tentang isu-isu utama yang menyangkut hubungan China-AS dan perdamaian serta pembangunan dunia,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Selasa.
Kementerian Luar Negeri China belum menjelaskan secara rinci agenda pembahasan dalam kunjungan kenegaraan Trump ke China pada 13-15 Mei 2026 tersebut.
Namun, Trump sebelumnya menyebut isu penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan dan nasib pengusaha media Hong Kong Jimmy Lai akan menjadi topik pembicaraan dengan Xi Jinping.
“Saya akan membahas hal itu dengan Presiden Xi. Presiden Xi ingin kita tidak membahasnya, dan saya akan membahasnya, itu adalah salah satu dari banyak hal yang akan saya bicarakan,” kata Trump terkait dukungan pertahanan Washington terhadap Taiwan.
Taiwan dan Jimmy Lai Jadi Sorotan
Pemerintahan Trump dilaporkan belum melanjutkan pengiriman senjata ke Taiwan setelah paket bantuan senilai 11 miliar dolar AS disahkan pada Desember 2025.
Parlemen Taiwan pada 8 Mei 2026 juga menyetujui anggaran pertahanan khusus sebesar 25 miliar dolar AS untuk membeli rudal dan senjata lain dari AS.
Selain isu Taiwan, Trump kembali menyuarakan dukungannya terhadap pembebasan Jimmy Lai, pendiri surat kabar Apple Daily yang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara oleh pengadilan Hong Kong pada Februari 2026.
“Jimmy Lai, dia menyebabkan banyak kekacauan bagi China. Dia mencoba melakukan hal yang benar. Dia tidak berhasil, dipenjara, dan orang-orang ingin dia dibebaskan, dan saya juga ingin melihatnya dibebaskan,” ujar Trump.
Guo Jiakun menegaskan China menolak campur tangan AS dalam isu Taiwan maupun Hong Kong.
“Penentangan tegas China terhadap penjualan senjata AS ke wilayah Taiwan milik China konsisten dan jelas. Mengenai kasus Lai Chee-ying, China telah memperjelas posisinya lebih dari sekali,” ungkap Guo Jiakun.
Ia menambahkan pemerintah pusat China mendukung penuh otoritas hukum Hong Kong dalam menangani kasus Jimmy Lai sesuai hukum yang berlaku.
Perdagangan dan Teknologi Diperkirakan Ikut Dibahas
Pertemuan Xi Jinping dan Trump juga diperkirakan membahas isu perdagangan, pertanian, hingga teknologi.
China diketahui mengurangi ketergantungan terhadap produk pertanian AS sejak masa jabatan pertama Trump dengan pembelian kedelai dari AS turun dari 41 persen pada 2016 menjadi sekitar 20 persen pada 2024.
Media AS melaporkan pasar tengah menunggu kepastian apakah China akan memenuhi komitmen pembelian 25 juta metrik ton kedelai per tahun hingga 2028.
Trump juga disebut membawa 16 CEO dan eksekutif perusahaan besar AS dalam lawatan tersebut, termasuk Elon Musk dari Tesla dan SpaceX, Larry Fink dari BlackRock, hingga Kelly Ortberg dari Boeing.
Sejumlah perusahaan AS itu memiliki kepentingan bisnis besar di China, mulai dari industri teknologi, logistik, kecerdasan buatan, hingga penerbangan.
Trump dan Xi Jinping diperkirakan membahas isu perang terhadap Iran, perdagangan bilateral, kontrol ekspor logam tanah jarang, dan Taiwan dalam pertemuan puncak di Beijing.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





