
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Beijing, China, Rabu malam (13/5), untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden Xi Jinping di tengah perhatian dunia terhadap perang Iran dan isu Taiwan.
Trump datang bersama lebih dari selusin petinggi perusahaan besar Amerika Serikat dalam kunjungan yang diperkirakan berlangsung selama dua hari hingga Jumat (15/5).
Pertemuan tersebut disebut akan membahas hubungan perdagangan AS-China, konflik Iran, hingga penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan.
Trump Ajak Bos Tesla hingga Apple ke Beijing
Dalam lawatan tersebut, Trump membawa sejumlah tokoh bisnis ternama seperti Elon Musk dari Tesla, Tim Cook dari Apple, Jensen Huang dari Nvidia, Kelly Ortberg dari Boeing, dan David Solomon dari Goldman Sachs.
Trump berharap pertemuan dengan Xi dapat menghasilkan kesepakatan bisnis besar di tengah persaingan teknologi dan ketegangan dagang antara dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.
Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut permintaan pertamanya kepada Xi adalah “membuka China.”
“Orang-orang brilian ini dapat melakukan keajaiban mereka, dan membantu Republik Rakyat (China) ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” tulis Trump.
Sebelum Trump tiba di Beijing, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng lebih dulu bertemu di Korea Selatan untuk mematangkan agenda hubungan bilateral kedua negara.
Isu Iran dan Taiwan Jadi Sorotan Utama
Selain ekonomi, perang Iran menjadi salah satu topik yang diperkirakan mendominasi pembicaraan Trump dan Xi Jinping.
China diketahui menjadi pembeli terbesar minyak mentah Iran dan memiliki hubungan ekonomi serta politik yang erat dengan Teheran.
Trump mengatakan dirinya akan melakukan “pembicaraan panjang” dengan Xi terkait konflik Iran dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
“Dia adalah seseorang yang akrab dengan kami. Saya pikir Anda akan melihat hal-hal baik akan terjadi. Ini akan menjadi perjalanan yang sangat menarik. Banyak hal baik akan terjadi,” ujar Trump.
Di sisi lain, isu Taiwan juga diprediksi memicu ketegangan dalam pertemuan tersebut.
Trump sebelumnya mengumumkan paket penjualan senjata senilai 11 miliar dolar AS ke Taiwan pada Desember lalu, yang langsung mendapat reaksi keras dari Beijing.
China menegaskan Taiwan merupakan bagian dari wilayahnya dan menolak keterlibatan asing, termasuk transfer persenjataan dari Amerika Serikat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





