HOME  ⁄  Geopolitik

Mark Rutte Perkenalkan Konsep “NATO 3.0” untuk Perkuat Pertahanan Eropa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mark Rutte Perkenalkan Konsep “NATO 3.0” untuk Perkuat Pertahanan Eropa
Foto: (Sumber: Arsip foto - Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyampaikan keterangan pers sebelum berlangsungnya KTT NATO di Den Haag, Belanda (23/6/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Zhao Dingzhe/rwa..)

Pantau - Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte memperkenalkan konsep “NATO 3.0” sebagai visi penguatan pertahanan Eropa di dalam aliansi militer NATO di tengah meningkatnya ancaman keamanan global.

Rutte menyampaikan konsep tersebut usai pertemuan Bucharest Nine (B9) pada Rabu (13/5).

Ia menegaskan kerja sama transatlantik dengan Amerika Serikat tetap menjadi fondasi utama NATO, namun negara-negara Eropa didorong mengambil tanggung jawab lebih besar dalam pertahanan mereka sendiri.

“Kita tidak boleh lengah. Kita akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk mempertahankan setiap inci wilayah NATO,” kata Rutte.

Menurut Rutte, Rusia masih menjadi ancaman paling signifikan dan langsung bagi NATO akibat perang yang terus berlangsung di Ukraina.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pencegahan dan pertahanan di kawasan timur NATO serta wilayah Arktik.

NATO Dorong Peningkatan Belanja Pertahanan

Rutte mengatakan NATO perlu meningkatkan kemampuan militer, produksi pertahanan, dan anggaran pertahanan menjelang KTT NATO di Ankara tahun ini.

Konsep “NATO 3.0” disebut mencakup dukungan nuklir dan konvensional dari Amerika Serikat, sementara negara-negara Eropa mengambil peran lebih besar dalam pertahanan konvensional mereka.

Rutte kembali memuji Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena mendorong negara anggota NATO meningkatkan anggaran pertahanan.

Ia menyebut sejumlah anggota NATO kini berencana melampaui target belanja pertahanan sebesar 5 persen sebelum tahun 2035.

NATO Soroti Ketegangan Global dan Ukraina

Menanggapi ketegangan antara Amerika Serikat dan sejumlah sekutunya di Eropa terkait serangan AS-Israel terhadap Iran, Rutte mengakui adanya kekecewaan dari pihak Amerika Serikat.

Namun, ia menegaskan negara-negara Eropa telah mendengar pesan tersebut dan tetap menjaga koordinasi di dalam aliansi.

Rutte juga menyoroti kerja sama NATO dalam mengamankan Selat Hormuz, termasuk operasi pembersihan ranjau dan penempatan aset militer.

Terkait perang Rusia-Ukraina, ia menegaskan pentingnya melanjutkan dukungan militer bagi Ukraina sambil menunggu proses negosiasi damai.

Menurutnya, keputusan untuk memulai perundingan damai kini berada di tangan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Penulis :
Ahmad Yusuf