HOME  ⁄  Geopolitik

AS Minta China Lebih Aktif Hentikan Aktivitas Iran di Teluk Persia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS Minta China Lebih Aktif Hentikan Aktivitas Iran di Teluk Persia
Foto: (Sumber: Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. ANTARA/Fatih Aktaş/Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Amerika Serikat berharap China mengambil peran lebih aktif untuk menghentikan aktivitas Iran di Teluk Persia di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan gangguan pasokan energi global.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan harapan tersebut menjadi salah satu agenda dalam kunjungan Presiden Donald Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping.

“Kami berharap bisa meyakinkan mereka untuk memainkan peran lebih aktif dalam menghentikan apa yang sedang dilakukan dan coba dilakukan Iran di Teluk Persia,” ungkap Marco Rubio kepada Fox News seperti dikutip RIA Novosti, Kamis (14/5).

Konflik Iran Ganggu Jalur Energi Global

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil di Iran.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pada 7 April 2026, Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad.

Namun, perundingan tersebut berakhir tanpa hasil konkret.

Di tengah kebuntuan itu, Presiden Donald Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi kesempatan Iran mengajukan “proposal terpadu”.

Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia

Eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia berdampak pada lalu lintas energi global, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair.

Gangguan distribusi energi dari kawasan Teluk Persia memicu kenaikan harga bahan bakar dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi internasional.

Kunjungan Trump ke China juga menjadi sorotan karena membahas sejumlah isu geopolitik penting, termasuk Iran dan keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Penulis :
Aditya Yohan