
Pantau - Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan skema rekonstruksi dan pengelolaan sebagian wilayah Jalur Gaza yang tidak dikuasai Hamas.
Laporan Axios menyebut Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza Nickolay Mladenov dan penasihat senior Aryeh Lightstone telah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pekan lalu untuk membahas usulan tersebut.
Pemerintahan Trump bersama Dewan Perdamaian disebut menolak opsi melanjutkan perang di Gaza untuk memecah kebuntuan politik dan keamanan yang terjadi saat ini.
Rencana tersebut ditargetkan mulai diluncurkan secara resmi pada awal Juni 2026.
Rencana Perdamaian Gaza Masuk Fase Kedua
Pada November 2025, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2803 untuk mengimplementasikan rencana perdamaian Gaza yang disepakati Israel dan Hamas.
Utusan khusus Trump Steve Witkoff kemudian mengumumkan fase kedua rencana tersebut pada pertengahan Januari 2026.
Fase itu mencakup penarikan pasukan Israel dari sejumlah wilayah Gaza, pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional, hingga pembentukan struktur pemerintahan baru yang melibatkan Dewan Perdamaian pimpinan Amerika Serikat.
Trump juga mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian pada Januari dan mengundang sekitar 50 negara untuk bergabung.
Bentrokan Masih Terjadi di Jalur Gaza
Dewan Perdamaian menggelar pertemuan perdana di Washington pada 19 Februari 2026 dengan dihadiri perwakilan lebih dari 20 negara.
Meski fase kedua rencana perdamaian telah diumumkan, bentrokan antara kelompok Palestina dan pasukan Israel dilaporkan masih terjadi di beberapa wilayah Jalur Gaza.
Situasi keamanan yang belum stabil menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan rekonstruksi dan pembentukan pemerintahan baru di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





