
Pantau - Penjaga Pantai Amerika Serikat menyita lebih dari 2,7 ton kokain senilai hampir 46 juta dolar AS atau sekitar Rp808,8 miliar dari tiga kapal di lepas pantai Kolombia dalam operasi pemberantasan narkoba pada 8 Mei 2026.
Penjaga Pantai AS menyatakan operasi dilakukan sekitar 90 mil atau 144,8 kilometer dari Cartagena, Kolombia.
“Awak kapal Penjaga Pantai Tahoma secara bersamaan mencegat tiga kapal yang diduga digunakan untuk penyelundupan dan membawa sekitar 6.085 pon (2,76 ton) kokain senilai hampir 45,8 juta dolar AS pada 8 Mei,” demikian pernyataan Penjaga Pantai AS.
Pihak AS menyebut penyitaan tersebut setara dengan 2,3 juta dosis kokain yang dinilai berpotensi mematikan.
“Penyitaan ini mewakili 2,3 juta dosis kokain yang berpotensi mematikan dan tidak akan sampai ke jalanan Amerika,” lanjut pernyataan itu.
Operasi Kejar-kejaran di Laut Karibia
Operasi penindakan melibatkan kapal patroli, dua kapal kecil, dan satu helikopter milik Penjaga Pantai AS.
Dua kapal yang diduga digunakan penyelundup langsung menghentikan pelayaran saat diperintahkan petugas.
Namun, kapal ketiga sempat melakukan perlawanan dengan mengabaikan perintah penghentian.
Petugas kemudian menggunakan taktik penindakan udara dengan melepaskan tembakan penembak jitu ke arah mesin kapal.
Setelah beberapa tembakan dilepaskan, sejumlah awak kapal melompat ke laut.
Tim udara AS kemudian menjatuhkan alat pelampung untuk menyelamatkan mereka.
Penjaga Pantai AS memastikan tidak ada korban luka dalam operasi tersebut.
Jalur Laut Jadi Rute Utama Penyelundupan
Pihak AS menyebut sekitar 80 persen upaya penyelundupan narkotika menuju Amerika Serikat terjadi melalui jalur laut.
Operasi ini menjadi bagian dari langkah Washington memperketat pengawasan terhadap jaringan narkoba di kawasan Amerika Latin dan Laut Karibia.
Sebelumnya, pada 4 Mei 2026, militer AS juga menyerang kapal yang diduga membawa teroris narkoba di Laut Karibia hingga menewaskan dua orang.
Sepanjang 2026, Amerika Serikat beberapa kali menggunakan kekuatan militer untuk menghancurkan kapal yang diduga membawa narkoba di lepas pantai Venezuela.
Langkah tersebut sempat menuai kritik dari sejumlah anggota parlemen AS yang meminta pemerintahan Donald Trump memberikan penjelasan lebih rinci terkait operasi militer tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





