
Pantau - Pemimpin oposisi Matthew Wale terpilih menjadi Perdana Menteri Kepulauan Solomon setelah petahana Jeremiah Manele digulingkan melalui mosi tidak percaya pada pekan lalu.
Gubernur Jenderal Kepulauan Solomon David Tiva Kapu mengumumkan Wale memperoleh dukungan 26 anggota parlemen dalam pemungutan suara di parlemen, sementara mantan Menteri Luar Negeri Peter Shanel Agovaka meraih 22 suara.
Satu surat suara dinyatakan rusak dan satu anggota parlemen tercatat absen dari total 50 anggota parlemen.
Meski sebelumnya dikenal sebagai pengkritik keras China menjelang penandatanganan pakta keamanan antara Kepulauan Solomon dan Beijing pada 2022, Wale diperkirakan tidak akan melakukan perubahan besar terhadap hubungan negaranya dengan China.
Wale Janji Pemerintahan Akuntabel
Usai pemungutan suara, Wale meminta masyarakat ikut mengawasi pemerintahan baru agar tetap akuntabel dan bertanggung jawab di tengah situasi geopolitik global yang dinilai semakin sulit.
“Kami tidak kebal terhadap dampak dari berbagai peristiwa geopolitik ini. Oleh karena itu, pemerintah akan menerapkan disiplin dan pengelolaan yang hati-hati untuk melewati masa sulit ini,” kata Wale.
Peneliti Lowy Institute Australia Connor Graham menilai pemerintahan Wale kemungkinan tetap mempertahankan hubungan dengan Beijing meski ada peluang penyesuaian moderat.
“Saya melihat ia akan lebih transparan dan lebih aktif berhubungan dengan mitra, seperti Australia dan Amerika Serikat,” ungkap Graham.
Ia juga memperkirakan Wale akan mendorong keterbukaan terkait isi lengkap pakta keamanan antara Kepulauan Solomon dan China.
Kebuntuan Politik Kepulauan Solomon Berakhir
Menurut Graham, Wale kini mengambil pendekatan lebih pragmatis terhadap China di tengah meningkatnya keterlibatan Beijing dalam ekonomi Kepulauan Solomon melalui proyek infrastruktur dan kehadiran personel keamanan China.
Wale yang kini berusia 57 tahun pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen melalui pemilihan sela pada 2008 dan menjadi pemimpin oposisi sejak pemilu 2019.
Ia juga sempat maju sebagai calon perdana menteri usai pemilu 2024, namun kalah dari Jeremiah Manele.
Terpilihnya Wale sekaligus mengakhiri kebuntuan politik yang terjadi setelah sejumlah menteri pemerintah membelot ke kubu oposisi sejak Maret lalu.
Meski oposisi telah menguasai mayoritas parlemen, Manele sebelumnya menolak memanggil sidang mosi tidak percaya hingga akhirnya diperintahkan oleh Mahkamah Tinggi dan Pengadilan Banding Kepulauan Solomon.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





