HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Palestina Peringatkan Gencatan Senjata Gaza Masih Rapuh

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden Palestina Peringatkan Gencatan Senjata Gaza Masih Rapuh
Foto: (Sumber: Seorang warga duduk di lokasi pemboman Israel yang menargetkan blok perumahan di dalam kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, Palestina, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa..)

Pantau - Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza masih berada dalam kondisi rapuh di tengah terus bertambahnya korban jiwa dan hambatan distribusi bantuan kemanusiaan.

Pernyataan itu disampaikan Abbas melalui pidato yang dibacakan Pengamat Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, dalam acara peringatan 78 tahun Nakba Palestina di Markas PBB, New York, Jumat 15 Mei 2026.

"Gencatan senjata masih rapuh sementara rakyat kami terus dibunuh, wilayah Gaza menyusut, dan bantuan terus menghadapi hambatan yang jelas-jelas merupakan pelanggaran Israel," kata Abbas dalam pidatonya.

Palestina Dorong Fase Kedua Gencatan Senjata

Abbas mengatakan pemerintah Palestina bersama mediator internasional dan sejumlah mitra terus berupaya mendorong fase kedua perjanjian gencatan senjata.

Langkah tersebut dilakukan untuk membuka jalan menuju pemulihan dan rekonstruksi Gaza yang mengalami kerusakan besar akibat konflik berkepanjangan.

Dalam pidatonya, Abbas juga kembali menegaskan visi Palestina mengenai satu negara, satu pemerintahan, satu hukum, dan satu senjata.

Ia turut menekankan pentingnya penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Palestina Sebut Gaza Alami Nakba Baru

Peringatan Nakba digelar setiap 15 Mei untuk mengenang pengusiran massal warga Palestina setelah berdirinya negara Israel pada 1948.

Warga Palestina menilai perang yang terjadi di Gaza saat ini merupakan bentuk baru dari tragedi Nakba.

Menurut pihak Palestina, konflik di Gaza telah menewaskan lebih dari 72 ribu orang serta menyebabkan kerusakan besar pada bangunan permukiman dan menghambat aktivitas Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah atau UNRWA.

Penulis :
Ahmad Yusuf