
Pantau - Putaran ketiga perundingan antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat berlangsung produktif dan positif di Departemen Luar Negeri AS pada Kamis waktu setempat di tengah konflik yang masih berlanjut di Lebanon.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan pembicaraan berlangsung sepanjang hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 waktu setempat dan akan dilanjutkan pada Jumat.
“Kami menjalani satu hari penuh pembicaraan yang produktif dan positif, berlangsung dari pukul 09.00 hingga 17.00. Kami menantikan kelanjutan pembicaraan besok dan berharap dapat menyampaikan perkembangan lebih lanjut,” kata pejabat tersebut.
Delegasi AS, Israel, dan Lebanon Hadiri Perundingan
Pihak Amerika Serikat diwakili oleh Penasihat Departemen Luar Negeri Michael Needham, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, dan Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa.
Sementara Lebanon diwakili Duta Besar Nada Hamadeh Moawad dan utusan khusus Presiden Lebanon Simon Karam.
Israel menghadirkan Duta Besar Yechiel Leiter, Wakil Penasihat Keamanan Nasional Yossi Draznin, serta sejumlah pejabat militer senior dalam perundingan tersebut.
Perundingan dilakukan di tengah meningkatnya korban akibat serangan Israel di Lebanon meski gencatan senjata yang dimediasi AS telah berlaku sejak 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei.
Serangan Israel di Lebanon Terus Memakan Korban
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan Israel terhadap kompleks permukiman di Kota Srifa, Lebanon selatan, menewaskan dua orang pada Kamis.
Dalam serangan terpisah, satu orang dilaporkan terluka akibat serangan pesawat nirawak di wilayah antara Kota Breqaa dan Zrariyeh di Nabatieh.
Pesawat tempur Israel juga menyerang sejumlah wilayah lain seperti Ain al-Tineh, Yahmar, Loubaya, dan Sohmor di Bekaa Barat, Lebanon timur.
Sejak 2 Maret 2026, serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 2.896 orang dan melukai lebih dari 8.824 orang.
Konflik tersebut juga menyebabkan lebih dari 1,6 juta warga Lebanon mengungsi atau sekitar seperlima dari total populasi negara tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





