HOME  ⁄  Nasional

DPR Minta Pengiriman Prajurit TNI ke Lebanon Didukung Intelijen yang Memadai

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DPR Minta Pengiriman Prajurit TNI ke Lebanon Didukung Intelijen yang Memadai
Foto: (Sumber: Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini di kompleks parlemen, Jakarta. ANTARA/HO-DPR RI/am..)

Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini meminta pengiriman prajurit TNI ke Lebanon dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) didukung informasi intelijen yang memadai untuk meminimalisir risiko keselamatan personel.

Amelia menegaskan dukungan intelijen penting agar tidak kembali terjadi insiden yang menimpa prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon beberapa waktu lalu.

“Kami di Komisi I DPR RI mendukung langkah pemerintah terutama Kementerian Pertahanan dan TNI untuk terlibat dalam misi-misi perdamaian dunia yang dilakukan oleh PBB,” kata Amelia di Jakarta, Jumat.

Mitigasi Risiko Harus Disiapkan Matang

Menurut Amelia, pengiriman ratusan personel TNI ke Lebanon harus disertai mitigasi risiko yang terukur.

Ia menilai kesiapan personel, dukungan logistik, sistem perlindungan pasukan, hingga skenario evakuasi darurat wajib dipersiapkan secara matang apabila situasi keamanan di Lebanon kembali memanas.

Amelia mengatakan kondisi keamanan di perbatasan Israel-Lebanon masih fluktuatif sehingga membutuhkan pengawasan dan evaluasi berkala terhadap ancaman di lapangan.

“Ini penting, karena jangan sampai peristiwa yang beberapa bulan lalu terjadi lagi dan menimpa prajurit kita yang sedang melaksanakan misi perdamaian PBB,” ujarnya.

TNI Akan Kirim 780 Prajurit ke Lebanon

Amelia juga meminta seluruh prajurit yang akan diberangkatkan dibekali aturan pelibatan atau rules of engagement, prosedur force protection, kemampuan menghadapi serangan asimetris, serta dukungan alat utama sistem persenjataan atau alutsista.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan Indonesia akan mengirimkan 780 prajurit TNI ke Lebanon pada 22 Mei 2026 untuk bergabung dalam misi UNIFIL.

“Tanggal 22 rencananya. Sebanyak 780 orang prajurit TNI berangkat ke UNIFIL,” kata Sugiono di Jakarta, Selasa.

Penulis :
Aditya Yohan