HOME  ⁄  Geopolitik

Sergio Mattarella Mengecam Serangan terhadap UNIFIL di Lebanon dan Sebut Tidak Dapat Diterima

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Sergio Mattarella Mengecam Serangan terhadap UNIFIL di Lebanon dan Sebut Tidak Dapat Diterima
Foto: Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) berjaga di Nabatieh, 20 Oktober 2025 (sumber: Houssam Shbaro/Anadolu)

Pantau - Presiden Italia Sergio Mattarella mengecam serangan terhadap komando Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau UNIFIL dan menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima” dalam percakapan telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog.

Menurut laporan Sky TG24 pada Kamis, 14 Mei 2026, Mattarella menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon tidak dapat dibenarkan.

Kantor kepresidenan Italia menyebut percakapan telepon antara Mattarella dan Herzog berlangsung secara terbuka.

Mattarella juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di perairan internasional.

Ia turut mengingatkan perlunya menghindari konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

UNIFIL Soroti Aktivitas Drone dan Ledakan di Naqoura

Pada Rabu sebelumnya, UNIFIL menyatakan keprihatinan atas aktivitas drone di dekat posisi misi penjaga perdamaian di Lebanon selatan.

Keprihatinan itu muncul setelah serangkaian ledakan terjadi di dekat markas besar UNIFIL di kota Naqoura yang berada dekat wilayah perbatasan.

UNIFIL hingga kini terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.

Kontingen Italia Sebelumnya Dilaporkan Jadi Sasaran

Pada 2 April 2026, Kementerian Pertahanan Italia menyatakan pangkalan kontingen Italia dalam misi UNIFIL diserang oleh pihak tidak dikenal.

Kemudian pada 8 April 2026, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan tembakan peringatan Pasukan Pertahanan Israel merusak kendaraan milik pasukan penjaga perdamaian Italia di Lebanon.

Italia, melalui pernyataan resminya, terus meminta perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian internasional yang bertugas di wilayah konflik.

Penulis :
Arian Mesa